Bangun Ibu Kota Baru, Aset DKI Jakarta Bisa Dijual

Rabu, 02 Februari 2022 - 18:50 WIB
loading...
Bangun Ibu Kota Baru,...
Pembangunan IKN Nusantara bisa dibangun melalui penjualan aset negara di Jakarta. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Made Arya Wijaya mengatakan penjualan aset negara yang berada di Jakarta bisa menjadi salah satu sumber pendanaan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Terkait pemanfaatan aset DKI Jakarta tersebut telah diatur melalui peraturan Kementerian Keuangan.

"Sehingga pola pemanfaatan akan disesuaikan apakah di kerjasamakan atau dipindahkan, atau bisa di jual, atau digunakan oleh pihak lain," ujar Made saat diskusi secara virtual, Rabu (2/2/2022).

Baca Juga: KPK Ungkap 3 Tugas Utama Pengawasan Ibu Kota Baru

Menurut dia pemanfaatan aset tersebut bisa menjadi sumber pendanaan Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur. "Aset yang ditingkatkan ini untuk mendanai IKN, untuk menjadi sumber pendanaan," kata dia.

Dia mengatakan tidak banyak aset negara di Jakarta yang dijadikan sumber pendanaan IKN. Sebab pemindahan ASN ke Kalimantan juga tidak sampai 30%.

"Pemindahan ibu kota ini tidak serta merta memindahkan seluruhnya, dari jumlah ASN saja yang ada saat ini di Jakarta, itu yang dipindahkan tidak lebih dari 30%," kata dia.

Seperti diketahui saat ini skema pendanaan untuk membangun IKN Nusantara terdiri dari beberapa sumber. Pertama menggunakan alokasi APBN, Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dan skema pembiayaan dari swasta maupun BUMN/BUMD.

Baca Juga: Tokoh Muda NU Ungkap Makna Filosofis Pengukuhan Pengurus PBNU di Ibu Kota Baru

"Jadi ini memang kita harus melihatnya lebih jernih, lebih hati-hati, walaupun niat untuk memanfaatkan aset yang ditinggalkan ini untuk mendanai IKN," kata dia.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
GBK Cetak Pendapatan...
GBK Cetak Pendapatan Rp812 Miliar, Rekor Tertinggi dalam 63 Tahun Pengelolaan
Menko AHY Sebut Proyek...
Menko AHY Sebut Proyek Giant Sea Wall Melindungi Aset Nasional: 70 Kawasan Industri dan 5 KEK
Purbaya Berubah Pikiran,...
Purbaya Berubah Pikiran, Masa Tugas Satgas BLBI Bakal Diperpanjang
Hashim Buka-bukaan Ada...
Hashim Buka-bukaan Ada Oknum Coba Ambil Untung di Lahan Negara: Tolak Tawaran 1.000 Apartemen
Tasyakuran HUT ke-1...
Tasyakuran HUT ke-1 Danantara, Presiden Prabowo Ungkap Peran Pentingnya bagi Indonesia
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Rekomendasi
Suka Takut Minum Vitamin...
Suka Takut Minum Vitamin C Karena Bikin Lambung Perih? Ini Penjelasannya
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Berita Terkini
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved