Penjualan Listrik PLN UIW Sulselrabar Meningkat 9 Persen di 2021
Kamis, 03 Februari 2022 - 11:59 WIB
loading...
Penjualan Listrik PLN UIW Sulselrabar Naik 9 Persen di 2021. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Penjualan listrik PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar sepanjang tahun 2021 terus mengalami peningkatan. Tercatat, ada kenaikan sebesar 9 persen.
General Manager PLN UIW Sulselrabar, Awaluddin Hafid memaparkan, kenaikan tersebut mencapai 8,19 tera watt hour (TWh). Sedangkan pada 2021 lebih rendah, yakni hanya 7,51 TWh.
Peningkatan penjualan listrik utamanya dihasilkan dari pelanggan sektor industri. Sepanjang 2021, pertumbuhan konsumsi listrik di sektor Industri disebut mencapai 1,73 TWh atau naik 37 persen dibanding 2020 sebesar 1,26 TWh.
Awaluddin menyebut, peningkatan konsumsi listrik sepanjang 2021 ini merupakan kabar baik. Diharapkan dapat meningkatkan geliat perekonomian bagi pelanggan di berbagai sektor.
"Penjualan yang tumbuh ini merupakan kabar baik, karena sektor industri tentu memberikan efek domino bagi sektor lain yang akan tumbuh," tutur Awaluddin, dalam keterangannya, Kamis (3/2/2022).
Baca Juga:PLN Operasikan 4 Infrastruktur Kelistrikan di Sulsel
Di sisi lain, lanjutnya, pertumbuhan penjualan juga sejalan dengan penambahan pelanggan. Hingga Desember 2021, jumlah pelanggan sebanyak 3.539.848 atau bertambah 195.338 pelanggan dari tahun sebelumnya dengan total daya tersambung mencapai 5707,68 Mega Volt Ampere (MVA).
Awaluddin mengatakan kesiapan PLN dalam memastikan pelanggan mendapatkan pasokan listrik yang memadai, telah didukung oleh sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan dengan daya mampu mencapai 2309,67 MW, serta cadangan daya sebesar 704.36 MW.
"Dengan pasokan daya yang dimiliki saat ini PLN memastikan kebutuhan listrik untuk masyarakat lebih dari cukup. Dengan pasokan yang andal ini juga bisa meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat," papar Awaluddin.
Selain itu, untuk menggenjot penjualan listrik di tengah ancaman gelombang varian baru Covid-19, PLN telah melaksanakan sejumlah program seperti promo tambah daya dan diskon penyambungan baru.
PLN juga mendorong penerapan gaya hidup dengan menggunakan peralatan berbasis listrik dalam kehidupan sehari-hari atau electrifying lifestyle. Seperti mendorong ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai dan penggunaan kompor induksi.
Saat ini, PLN UIW Sulselrabar telah membangun tiga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Satu di antaranya fast charging.
Baca Juga:Pengoperasian 4 Infrastruktur Listrik di Sulsel Dukung Geliat Pariwisata
Di Sulawesi Selatan terdapat dua SPKLU, yakni PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Mattoanging (25kW) dan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Makassar Selatan (50kW) serta satu SPKLU di Sulawesi Tenggara yakni PLN ULP WuaWua (2x25 kW).
Dalam waktu dekat, PLN UIW Sulselrabar akan menambah beberapa titik lokasi SPKLU yg tersebar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.
Selain itu, PLN juga terus mencari peluang pasar baru, seperti di sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan serta kelautan melalui program electrifying agriculture dan electrifying marine. Alhasil sepanjang 2021, PLN telah berhasil memiliki 513 Pelanggan dengan total daya sebesar 14,97 MVA.
"Seluruh program ini terbukti mampu membantu pelanggan menjadi lebih produktif dan efisien sehingga kesejahteraan mereka bisa meningkat," ucap Awaluddin.
Peningkatan layanan tidak hanya tentang menyediakan pasokan listrik, PLN juga memberikan kemudahan pelanggannya untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan lewat PLN Mobile. Tercatat sudah lebih dari 519 Ribu pengguna yang terdaftar hingga Desember 2021.
PLN telah menyalurkan Rp7,6 miliar atau 97 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR (Corporate Social Responsibility) di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.
General Manager PLN UIW Sulselrabar, Awaluddin Hafid memaparkan, kenaikan tersebut mencapai 8,19 tera watt hour (TWh). Sedangkan pada 2021 lebih rendah, yakni hanya 7,51 TWh.
Peningkatan penjualan listrik utamanya dihasilkan dari pelanggan sektor industri. Sepanjang 2021, pertumbuhan konsumsi listrik di sektor Industri disebut mencapai 1,73 TWh atau naik 37 persen dibanding 2020 sebesar 1,26 TWh.
Awaluddin menyebut, peningkatan konsumsi listrik sepanjang 2021 ini merupakan kabar baik. Diharapkan dapat meningkatkan geliat perekonomian bagi pelanggan di berbagai sektor.
"Penjualan yang tumbuh ini merupakan kabar baik, karena sektor industri tentu memberikan efek domino bagi sektor lain yang akan tumbuh," tutur Awaluddin, dalam keterangannya, Kamis (3/2/2022).
Baca Juga:PLN Operasikan 4 Infrastruktur Kelistrikan di Sulsel
Di sisi lain, lanjutnya, pertumbuhan penjualan juga sejalan dengan penambahan pelanggan. Hingga Desember 2021, jumlah pelanggan sebanyak 3.539.848 atau bertambah 195.338 pelanggan dari tahun sebelumnya dengan total daya tersambung mencapai 5707,68 Mega Volt Ampere (MVA).
Awaluddin mengatakan kesiapan PLN dalam memastikan pelanggan mendapatkan pasokan listrik yang memadai, telah didukung oleh sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan dengan daya mampu mencapai 2309,67 MW, serta cadangan daya sebesar 704.36 MW.
"Dengan pasokan daya yang dimiliki saat ini PLN memastikan kebutuhan listrik untuk masyarakat lebih dari cukup. Dengan pasokan yang andal ini juga bisa meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat," papar Awaluddin.
Selain itu, untuk menggenjot penjualan listrik di tengah ancaman gelombang varian baru Covid-19, PLN telah melaksanakan sejumlah program seperti promo tambah daya dan diskon penyambungan baru.
PLN juga mendorong penerapan gaya hidup dengan menggunakan peralatan berbasis listrik dalam kehidupan sehari-hari atau electrifying lifestyle. Seperti mendorong ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai dan penggunaan kompor induksi.
Saat ini, PLN UIW Sulselrabar telah membangun tiga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Satu di antaranya fast charging.
Baca Juga:Pengoperasian 4 Infrastruktur Listrik di Sulsel Dukung Geliat Pariwisata
Di Sulawesi Selatan terdapat dua SPKLU, yakni PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Mattoanging (25kW) dan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Makassar Selatan (50kW) serta satu SPKLU di Sulawesi Tenggara yakni PLN ULP WuaWua (2x25 kW).
Dalam waktu dekat, PLN UIW Sulselrabar akan menambah beberapa titik lokasi SPKLU yg tersebar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.
Selain itu, PLN juga terus mencari peluang pasar baru, seperti di sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan serta kelautan melalui program electrifying agriculture dan electrifying marine. Alhasil sepanjang 2021, PLN telah berhasil memiliki 513 Pelanggan dengan total daya sebesar 14,97 MVA.
"Seluruh program ini terbukti mampu membantu pelanggan menjadi lebih produktif dan efisien sehingga kesejahteraan mereka bisa meningkat," ucap Awaluddin.
Peningkatan layanan tidak hanya tentang menyediakan pasokan listrik, PLN juga memberikan kemudahan pelanggannya untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan lewat PLN Mobile. Tercatat sudah lebih dari 519 Ribu pengguna yang terdaftar hingga Desember 2021.
PLN telah menyalurkan Rp7,6 miliar atau 97 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR (Corporate Social Responsibility) di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.
(agn)
Lihat Juga :