Nicke Dirut Pertamina, Pengamat: Indikasi Endorsement Politik Lebih Kuat
Jum'at, 12 Juni 2020 - 15:52 WIB
loading...
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) resmi mengangkat kembali Nicke Widyawati sebagai direktur utama (dirut) BUMN migas tersebut. Namun, Pengangkatan kembali Nicke ini dinilai tidak sesuai dengan apa yang digaungkan Menteri BUMN Erick Thohir selama ini.
Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Fahmy Radhi menilai pengangkatan kembali Nicke Widyawati menguatkan indikasi bahwa endorsement kekuatan politik lebih besar ketimbang penilaian kerja. (Baca juga: Nicke Kembali Pimpin Pertamina, Direksi Dipangkas Separuh)
"Pengangkatan kembali Nicke sebagai dirut Pertamina lebih didasarkan pada kekuatan endorsers, bukan didasarkan atas kriteria dan kinerja terukur," ujar Fahmy Radhi saat berbincang dengan SINDO Media, di Jakarta, Jumat (12/6/2020).
(Baca Juga: Erick Thohir Akui Terima Banyak Masukan Nama Calon Dirut Pertamina)
Menurut dia, selama menjabat sebagai dirut, kinerja Nicke cenderung jeblok. Indikatornya, perolehan laba yang dicatatkan sebagian besar berasal dari dana kompensasi dari pemerintah, bukan dari pendapatan usaha. Selain itu, Nicke juga dinilainya gagal dalam menaikkan lifting minyak dari sumur-sumur yang dikelola Pertamina.
Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Fahmy Radhi menilai pengangkatan kembali Nicke Widyawati menguatkan indikasi bahwa endorsement kekuatan politik lebih besar ketimbang penilaian kerja. (Baca juga: Nicke Kembali Pimpin Pertamina, Direksi Dipangkas Separuh)
"Pengangkatan kembali Nicke sebagai dirut Pertamina lebih didasarkan pada kekuatan endorsers, bukan didasarkan atas kriteria dan kinerja terukur," ujar Fahmy Radhi saat berbincang dengan SINDO Media, di Jakarta, Jumat (12/6/2020).
(Baca Juga: Erick Thohir Akui Terima Banyak Masukan Nama Calon Dirut Pertamina)
Menurut dia, selama menjabat sebagai dirut, kinerja Nicke cenderung jeblok. Indikatornya, perolehan laba yang dicatatkan sebagian besar berasal dari dana kompensasi dari pemerintah, bukan dari pendapatan usaha. Selain itu, Nicke juga dinilainya gagal dalam menaikkan lifting minyak dari sumur-sumur yang dikelola Pertamina.
Lihat Juga :