Faisal Basri Bongkar Biang Kerok Kenaikan Harga Minyak Goreng
Jum'at, 04 Februari 2022 - 09:08 WIB
loading...
Program B20 dianggap menjadi penyebab kenaikan harga minyak goreng. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Faisal Basri mengungkap penyebab naiknya harga minyak goreng . Menurut ekonom senior itu, penyebab kenaikan harga minyak goreng adalah kebijakan pemerintah sendiri, yaitu kebijakan mandatory biodiesel.
Baca juga: Bukan Sulap Bukan Sihir! Rak Minyak Goreng di Ritel Modern yang Kosong Bakal Penuh Lagi
Menurut Faisal, kebijakan itulah yang luput dari diskusi dan juga pertimbangan pemerintah sehingga kebijakan lain yang diambil untuk mengatasi kenaikan harga minyak goreng dianggap meleset.
"Ternyata ekspor bukan biang keladi kenaikan harga," kata Faisal dikutip dari tulisanya yang berjudul "Ulah Pemerintahlah yang Membuat Harga Minyak Goreng Melonjak" di faisalbasri.com, Jumat (4/2/2022).
Faisal menjelaskan, walaupun harga minyak sawit dunia melonjak, volume ekspor CPO dan turunannya hanya naik sangat tipis dari 34,0 juta ton tahun 2020 menjadi 34,2 juta ton tahun 2021. Kenaikan sangat tipis volume ekspor walaupun terjadi lonjakan harga beriringan dengan penurunan produksi CPO dari 47,03 juta ton tahun 2020 menjadi 46,89 juta ton tahun 2021.
Baca juga: Bukan Sulap Bukan Sihir! Rak Minyak Goreng di Ritel Modern yang Kosong Bakal Penuh Lagi
Menurut Faisal, kebijakan itulah yang luput dari diskusi dan juga pertimbangan pemerintah sehingga kebijakan lain yang diambil untuk mengatasi kenaikan harga minyak goreng dianggap meleset.
"Ternyata ekspor bukan biang keladi kenaikan harga," kata Faisal dikutip dari tulisanya yang berjudul "Ulah Pemerintahlah yang Membuat Harga Minyak Goreng Melonjak" di faisalbasri.com, Jumat (4/2/2022).
Faisal menjelaskan, walaupun harga minyak sawit dunia melonjak, volume ekspor CPO dan turunannya hanya naik sangat tipis dari 34,0 juta ton tahun 2020 menjadi 34,2 juta ton tahun 2021. Kenaikan sangat tipis volume ekspor walaupun terjadi lonjakan harga beriringan dengan penurunan produksi CPO dari 47,03 juta ton tahun 2020 menjadi 46,89 juta ton tahun 2021.
Lihat Juga :