Siap-siap! Harga Kopi Starbucks Bakal Makin Mahal, Ini Sebabnya
Jum'at, 04 Februari 2022 - 11:33 WIB
loading...
Starbucks berencana menaikkan harga menu pada tahun ini, meski begitu pihak perusahaan tidak khawatir bakal mempengaruhi permintaan pelanggan. Foto/Dok
A
A
A
NEW YORK - Starbucks berencana menaikkan harga menu pada tahun ini karena inflasi yang melonjak dan biaya tenaga kerja naik. CEO Starbucks Kevin Johnson mencatat, rantai kopi menaikkan harga di AS pada Oktober lalu dan lagi di bulan Januari lalu.
Menurutnya, perusahaan kopi paling terkenal di dunia itu berencana menaikkan harga lebih banyak lagi tahun ini."Kami memiliki tindakan penetapan harga tambahan yang direncanakan melalui neraca tahun ini," katanya, Jumat (4/2/2022).
Baca Juga: Covid-19 Melonjak, Pekerja Starbucks di Amerika Mogok
Lanjutnya, kenaikan harga memainkan peran penting untuk mengurangi tekanan biaya, termasuk inflasi. Dia kemudian membahas kenaikan biaya tenaga kerja. Namun, kenaikan harga tidak membuat pelanggan takut akan mocha Fraps dan vanilla latte mereka.
"Dengan tindakan penetapan harga itu, kami masih melihat permintaan yang sangat kuat sepanjang musim liburan," ujar Johnson.
Dalam tiga bulan yang berakhir pada 2 Januari, penjualan di gerai Starbucks (SBUX) yang dibuka setidaknya selama 13 bulan melonjak 13% secara global dan 18% di Amerika Utara. Hal ini sebagian tidak terpengaruh oleh harga yang lebih tinggi, kata perusahaan itu Selasa waktu setempat.
Menurutnya, perusahaan kopi paling terkenal di dunia itu berencana menaikkan harga lebih banyak lagi tahun ini."Kami memiliki tindakan penetapan harga tambahan yang direncanakan melalui neraca tahun ini," katanya, Jumat (4/2/2022).
Baca Juga: Covid-19 Melonjak, Pekerja Starbucks di Amerika Mogok
Lanjutnya, kenaikan harga memainkan peran penting untuk mengurangi tekanan biaya, termasuk inflasi. Dia kemudian membahas kenaikan biaya tenaga kerja. Namun, kenaikan harga tidak membuat pelanggan takut akan mocha Fraps dan vanilla latte mereka.
"Dengan tindakan penetapan harga itu, kami masih melihat permintaan yang sangat kuat sepanjang musim liburan," ujar Johnson.
Dalam tiga bulan yang berakhir pada 2 Januari, penjualan di gerai Starbucks (SBUX) yang dibuka setidaknya selama 13 bulan melonjak 13% secara global dan 18% di Amerika Utara. Hal ini sebagian tidak terpengaruh oleh harga yang lebih tinggi, kata perusahaan itu Selasa waktu setempat.
Lihat Juga :