Ogah Dituding Raup Cuan dari Proyek IKN Nusantara, Begini Jawaban Bos Arsari Group
Selasa, 08 Februari 2022 - 16:28 WIB
loading...
A
A
A
Hashim mengatakan, tidak ada rencana untuk menjual dan memberikan lahanya kepada pemerintah terkait tudingan pemilikan lahan yang akan di gunakan untuk membangun IKN.
"Saya sudah memberikan ke negara 93.000 hektare 8 tahun lalu, saya merasa tidak punya kewajiban untuk menyerahkan lagi, saya waktu itu menyerahkan juga tidak dapat kompensasi, tapi saya kira tidak apa-apa," lanjutnya.
Selanjutnya terkait penyuplai air bersih di IKN, Hashim mengatakan hanya kebetulan dibangun di kawasan dekat dari IKN Nusantara yang berjarak kurang lebih 25 KM. Namun air tersebut akan di suply untuk daerah Balikpapan, Samarinda, serta Penajam Paser Utara.
"Tujuan dari proyek air bersih saya tiga tahun sebelum pak Jokowi menetapkan lokasi IKN baru, ini yang saya sampaikan, seolah-olah ini adalah rejeki bagi-bagi proyek pemerintah bagi petinggi, supaya mendapat dukungan politik seolah-olah," sambungnya.
Sambung Hashim menjelaskan, proyek tersebut adalah untuk melayani masyarakat di daerah tersebut atas perintaan dari masyarakat Kalimantan Timur. "Saya bertemu dengan walikota Balikpapan waktu itu, dan sangat senang dan disambut rencana kami, karena masyarakat Balikpapan sangat memerlukan air bersih, demikian di Samarinda dan kota lain," tutur Hashim.
Diterangkan olehnya untuk menyuply air bersih ke IKN Nusantara sampai saat ini belum ada kontrak dari pemerintah. Meski demikian Hashim berharap besar mendapatkan kontrak tersebut.
"Saya sudah memberikan ke negara 93.000 hektare 8 tahun lalu, saya merasa tidak punya kewajiban untuk menyerahkan lagi, saya waktu itu menyerahkan juga tidak dapat kompensasi, tapi saya kira tidak apa-apa," lanjutnya.
Selanjutnya terkait penyuplai air bersih di IKN, Hashim mengatakan hanya kebetulan dibangun di kawasan dekat dari IKN Nusantara yang berjarak kurang lebih 25 KM. Namun air tersebut akan di suply untuk daerah Balikpapan, Samarinda, serta Penajam Paser Utara.
"Tujuan dari proyek air bersih saya tiga tahun sebelum pak Jokowi menetapkan lokasi IKN baru, ini yang saya sampaikan, seolah-olah ini adalah rejeki bagi-bagi proyek pemerintah bagi petinggi, supaya mendapat dukungan politik seolah-olah," sambungnya.
Sambung Hashim menjelaskan, proyek tersebut adalah untuk melayani masyarakat di daerah tersebut atas perintaan dari masyarakat Kalimantan Timur. "Saya bertemu dengan walikota Balikpapan waktu itu, dan sangat senang dan disambut rencana kami, karena masyarakat Balikpapan sangat memerlukan air bersih, demikian di Samarinda dan kota lain," tutur Hashim.
Diterangkan olehnya untuk menyuply air bersih ke IKN Nusantara sampai saat ini belum ada kontrak dari pemerintah. Meski demikian Hashim berharap besar mendapatkan kontrak tersebut.
Lihat Juga :