Penyuluh dan Petani Purbalingga Mengatasi Kelangkaan Kedelai
Sabtu, 13 Juni 2020 - 14:46 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini wilayah Kecamatan Kemangkon tengah melaksanakan olah tanah dan tanam memasuki Musim Tanam II. Benih padi yang ditanam sebagian besar adalah Inpari 32 dan Mapan 05. Pemanfaatan alsintan pun telah dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinir. Penggunaan Traktor Roda 4 mempercepat pengolahan lahan. Dengan demikian di tengah pandemi Covid 19, ketersediaan pangan di Kecamatan Kemangkon tetap terjaga.
Selain Padi dengan agroklimat yang sesuai dibudidayakan, juga tanaman Kedelai Hitam. Komoditas Kedelai diperkirakan harganya akan melonjak naik, ini disebabkan karena produktivitas kedelai putih di Indonesia masih relatif rendah. Salah satu cara mengatasi kelangkaan kedelai adalah dengan mendorong petani untuk membudidayakan Kedelai Hitam.
Terlebih kedelai hitam merupakan bahan baku untuk pembuatan Kecap dan sebagian kecil untuk membuat Tempe dengan pangsa pasar relatif lebih kecil dari Kedelai Putih. Menurut penyuluh pertanian di wilayah setempat, Dwi Rusmiati, kelompok Tani Kuncung Sari telah melakukan percepatan tanam Kedelai Hitam begitu panen padi selesai.
“Dengan percepatan tanam seluas 35 hektar lahan di Poktan Kuncung Sari, akan dikelola dengan Indek Pertanaman (IP) 300, yaitu dengan urutan Padi Kedelai dan Jagung. Selain petani tetap harus berproduksi tetapi harus sesuai dengan protokol Kesehatan,” jelasnya.(SWR)
Selain Padi dengan agroklimat yang sesuai dibudidayakan, juga tanaman Kedelai Hitam. Komoditas Kedelai diperkirakan harganya akan melonjak naik, ini disebabkan karena produktivitas kedelai putih di Indonesia masih relatif rendah. Salah satu cara mengatasi kelangkaan kedelai adalah dengan mendorong petani untuk membudidayakan Kedelai Hitam.
Terlebih kedelai hitam merupakan bahan baku untuk pembuatan Kecap dan sebagian kecil untuk membuat Tempe dengan pangsa pasar relatif lebih kecil dari Kedelai Putih. Menurut penyuluh pertanian di wilayah setempat, Dwi Rusmiati, kelompok Tani Kuncung Sari telah melakukan percepatan tanam Kedelai Hitam begitu panen padi selesai.
“Dengan percepatan tanam seluas 35 hektar lahan di Poktan Kuncung Sari, akan dikelola dengan Indek Pertanaman (IP) 300, yaitu dengan urutan Padi Kedelai dan Jagung. Selain petani tetap harus berproduksi tetapi harus sesuai dengan protokol Kesehatan,” jelasnya.(SWR)
(akr)
Lihat Juga :