Rusia-Ukraina Memanas, Wall Street Ditutup dengan S&P 500 Melandai

Selasa, 15 Februari 2022 - 07:16 WIB
loading...
Rusia-Ukraina Memanas,...
Memanasnya konflik Rusia-Ukraina turut menggoyang bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Memanasnya konflik Rusia-Ukraina turut menggoyang bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street. Indeks S&P 500 ditutup sedikit lebih rendah pada perdagangan Senin (14/2/2022) waktu setempat, setelah sebagian besar pulih dari aksi jual yang tajam.

Rencana AS menutup kedutaannya di Ibu Kota Ukraina, Kiev, membuat ketegangan geopolitik mendidih. Ketiga indeks saham utama AS turun tajam setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengumumkan relokasi operasi diplomatik AS ke Ukraina barat, sebagai tanda kemungkinan invasi Rusia yang akan segera terjadi.

Baca juga: Antisipasi Serangan Rusia ke Kiev, AS Pindahkan Kedubes ke Kota Lviv

Mengutip Reuters, Selasa (15/2/2022), Dow Jones Industrial Average turun 171,89 poin atau 0,49% menjadi 34.566,17; S&P 500 kehilangan 16,97 poin atau 0,38% pada 4.401,67; dan Nasdaq Composite turun 0,24 poin atau 0%, menjadi 13.790,92.

Sepuluh dari 11 sektor utama di S&P 500 ditutup di wilayah negatif, dengan saham energi mengalami penurunan persentase terbesar. Hanya discretionary konsumen dan layanan komunikasi yang mengalami peningkatan.

Sebanyak 358 perusahaan di S&P 500 telah merilis laporan keuangan kuartal IV/2021. Dari jumlah tersebut, 78% telah mengalahkan perkiraan konsensus, menurut data Refinitiv.

Menambah ketidakpastian, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan Rabu akan menjadi hari serangan. Pejabat Ukraina kemudian mengatakan Zelenskiy tidak memprediksi serangan pada hari itu tetapi menanggapi dengan skeptis terhadap laporan media asing.

Baca juga: Orang-orang Kaya Beramai-ramai Tinggalkan Ukraina, Perang Sebentar Lagi?

Pada penutupan Wall Street ini, Dow Jones Industrial Average bergabung dengan S&P 500 di wilayah negatif, sedangkan Nasdaq Composite Index pada dasarnya tidak berubah.

Kekhawatiran yang sedang berlangsung atas kebijakan agresif dari bank sentral AS Federal Reserve atau The Fed juga telah berkontribusi pada volatilitas pasar baru-baru ini.

Menteri luar negeri Prancis mengatakan semuanya sudah bersiap untuk serangan Rusia, dan Eropa siap menjatuhkan sanksi besar-besaran jika itu terjadi.



Kecemasan geopolitik telah membara dalam beberapa pekan terakhir ketika para perunding bergegas untuk menemukan jalur diplomatik ke depan manakala Rusia mengumpulkan pasukan di sepanjang perbatasan Ukraina.

Namun, kejatuhan pasar akibat gejolak geopolitik cenderung cepat berlalu, menurut data historis. "Sejarah sebenarnya memberi tahu investor bahwa serangan militer dan teroris cenderung memiliki guncangan berumur pendek karena tidak mengakibatkan resesi global," kata Sam Stovall, kepala strategi investasi CFRA Research di New York.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Berakhir Merayap...
IHSG Berakhir Merayap Naik ke 6.177 Diwarnai Lompatan 353 Saham
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
IHSG Berakhir di Zona...
IHSG Berakhir di Zona Merah Sentuh 6.172, Transaksi Bursa Cetak Rp17,8 Triliun
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Rekomendasi
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Massa HMI MPO Datangi...
Massa HMI MPO Datangi Gedung DPR, Sampaikan Tuntutan Ini
Usai Ditangkap, Roy...
Usai Ditangkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Dibawa ke RS Polri
Berita Terkini
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Kemenhut Bangun Perekonomian...
Kemenhut Bangun Perekonomian Kehutanan Inklusif, Berkelanjutan, dan Kompetitif
IHSG Berakhir Merayap...
IHSG Berakhir Merayap Naik ke 6.177 Diwarnai Lompatan 353 Saham
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Bagikan Kode OTP, Lindungi Keamanan Akun Investasi Anda!
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved