Teten Ekspor Perdana 27 Ton Ikan ke China
Sabtu, 13 Juni 2020 - 18:04 WIB
loading...
A
A
A
Adapun, potensi perikanan di Indonesia melimpah, dengan hasil produk sektor perikanan, 96% adalah UMKM. Sementara market pasar di China yang bagus harus dimanfaatkan untuk bisa menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Baca: Gairahkan Pariwisata, Luhut Incar Wisatawan Tajir
"Ini sekarang lagi digenjot oleh pemerintah; kemarin tertunda karena pandemi Covid-19. Target kita saat ini 14%, dan di 2024 ditargetkan 2 kali lipatnya. Kita sudah bisa mulai mengkonsolidasi hasil nelayan, sektor perikanan 96% hasil dari UMKM. Kita punya potensi ikan yang begitu besar, sehingga ekspor kita hari ini ke China, yang pasarnya begitu besar, sudah tepat," ujarnya.
Teten mengatakan, pihaknya akan terus menjalin kerja sama dengan diaspora di berbagai negara, untuk mempromosikan dan memasarkan produk UMKM melalui Business to Business dan Business to Customer. Sementara dari pihak AeXI, akan membantu edukasi, kurasi dan inkubasi produk, agar memiliki kualitas ekspor.
Saat ini ada 4 komoditi ekspor yang tidak berhenti di tengah pandemi, yaitu ikan, arang batok kelapa, rempah-rempah dan buah. Keempat komoditi tersebut, menurutnya, melibatkan banyak UMKM.
"Kita ingin kerja sama terus untuk mendorong UMKM semakin banyak dan terus tumbuh. Dari pengalaman banyak negara dan studi oleh Universitas Indonesia, UMKM yang bisa tumbuh dan berkembang itu adalah yang bermitra dengan usaha besar. Sayangnya, di kita baru 5% yang sudah terhubung dengan usaha besar," pungkasnya.
"Ini sekarang lagi digenjot oleh pemerintah; kemarin tertunda karena pandemi Covid-19. Target kita saat ini 14%, dan di 2024 ditargetkan 2 kali lipatnya. Kita sudah bisa mulai mengkonsolidasi hasil nelayan, sektor perikanan 96% hasil dari UMKM. Kita punya potensi ikan yang begitu besar, sehingga ekspor kita hari ini ke China, yang pasarnya begitu besar, sudah tepat," ujarnya.
Teten mengatakan, pihaknya akan terus menjalin kerja sama dengan diaspora di berbagai negara, untuk mempromosikan dan memasarkan produk UMKM melalui Business to Business dan Business to Customer. Sementara dari pihak AeXI, akan membantu edukasi, kurasi dan inkubasi produk, agar memiliki kualitas ekspor.
Saat ini ada 4 komoditi ekspor yang tidak berhenti di tengah pandemi, yaitu ikan, arang batok kelapa, rempah-rempah dan buah. Keempat komoditi tersebut, menurutnya, melibatkan banyak UMKM.
"Kita ingin kerja sama terus untuk mendorong UMKM semakin banyak dan terus tumbuh. Dari pengalaman banyak negara dan studi oleh Universitas Indonesia, UMKM yang bisa tumbuh dan berkembang itu adalah yang bermitra dengan usaha besar. Sayangnya, di kita baru 5% yang sudah terhubung dengan usaha besar," pungkasnya.
(bon)
Lihat Juga :