Kabar Baik, Biomassa Berpotensi Menghasilkan 32,6 Giga Watt Listrik

Sabtu, 19 Februari 2022 - 13:17 WIB
loading...
Kabar Baik, Biomassa...
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Indroyono Soesilo (kiri) dan Direktur Utama/CEO PT Protech Mitra Perkasa Tbk Bobby Gafur Umar saat diskusi virtual, Jumat (18/02/2022). FOTO/DOK SINDO
A A A
JAKARTA - Indonesia memiliki potensi biomassa dalam jumlah besar untuk dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai sumber energi baru terbarukan (EBT). Kalangan pengusaha EBT dan kehutanan meyakini potensi tersebut akan berperan penting dalam proses transisi energi di Indonesia guna mempercepat tercapainya nol emisi karbon (net zero emission/NZO).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo mengatakan, untuk memanfaatkan potensi tersebut diperlukan kolaborasi, sinergi dan kerja sama antara investor EBT biomassa serta kalangan dunia usaha kehutanan agar bisa berkontribusi mengembangkan Hutan Tanaman Energi (HTE) yang nantinya digunakan untuk menghasilkan energi listrik.

“Kami bertiga, saya di APHI, pak Djoko di Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI) dan Pak Bobby dari kalangan investor, kemarin sama-sama sudah menghitung dan membuat kalkulasi, kami peroleh angka-angka yang luar biasa. Potensi manfaat yang kita dapat akan sangat dahsyat,” ujar Indroyono dalam diskusi virtual, Jumat (18/02/2022).

Turut hadir pada diskusi tersebut Ketua Dewan Pengurus MEBI Djoko Winarno dan Direktur Utama/CEO PT Protech Mitra Perkasa Tbk Bobby Gafur Umar. Sekadar diketahui, Protech Mitra Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan infrastruktur mekanikal dan teknik industri, khususnya di bidang energi baru terbarukan.

Baca juga: Jangan Sampai Harga Listrik EBT Terlalu Tinggi, Pelaku Usaha Titip Pesan Ini ke PLN

Bobby Gafur Umar, yang juga Chairman/CEO Indoplas Energy mengungkapkan, berdasarkan kajiannya, kolaborasi dan sinergi antarpemangku kepentingan akan menghasilkan 32,6 GW (gigawatt) energi listrik dari bahan baku biomassa. Dari jumlah tersebut, total nilai investasi yang akan mengalir masuk diperkirakan mencapai USD52,1 miliar dan mampu menyerap sedikitnya 12 juta orang tenaga kerja.

“Ini kan luar biasa sekali,” katanya.

Tak hanya itu, kata dia, potensi devisa yang akan dihasilkan melalui ekspor bahan baku biomassa berupa pelet kayu juga sangat besar, yakni sekitar 60 juta ton pelet kayu dengan nilai ekspor per tahun bisa mencapai Rp90 triliun.

Bobby menambahkan, HTE sesungguhnya merupakan sumber energi masa depan yang akan membawa Indonesia menjadi pusat energi biomassa dunia. Dia pun meyakini, potensi besar ini akan membawa Indonesia berperan jauh lebih besar dalam mempercepat tercapainya net zero emission.

Baca juga: Transisi Energi Dihadang Beragam Persoalan, Tiga Isu Penting Akan Dibahas di G20

Sementara itu menurut Indroyono, pihaknya mencatat sedikitnya 34 perusahaan anggota APHI sudah menyatakan minat untuk berinvestasi dibidang ini. Bahkan, beberapa di antaranya bahkan sudah memasukkannya dalam rencana bisnis mereka.

Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Pengurus MEBI Djoko Winarnomenjelaskan, energi biomassa adalah jenis bahan bakar yang dibuat dengan mengkonversi bahan-bahan biologis seperti tanaman dan produk-produk pertanian/perkebunan.

Untuk mengubah menjadi bahan bakar, energi biomassa umumnya menggunakan teknologi gasifikasi (gasifikasi fluidized bed), yaitu suatu proses pengubahan bahan bakar padat secara termokimia menjadi gas (cair). Kemudian, biomassa bisa diubah menjadi listrik atau panas dengan proses teknologi yang sudah mapan.

Selain biomassa seperti kayu, bahan biomassa juga bisa berasal dari kegiatan industri pengolahan hutan, pertanian dan perkebunan. Ini karena limbah biomassanya sangat besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik.

Belum Dimanfaatkan
Bobby Gafur Umar mengungkapkan, pemanfaatan biomassa sebagai sumberdaya energi listrik merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, sekaligus mempercepat terwujudnya ketahanan energi nasional.

Disebutkannya, luas Hutan Tanaman Energi yang mencapai hampir 1,3 juta hektare saat ini telah melibatkan sedikitnya 32 unit bisnis yang siap berperan dalam mengolah tanaman energi guna menghasilkan biomassa.

Dalam kaitan dengan upaya memacu tercapainya NZE tersebut, menurut Djoko, biomassa merupakan sumber EBT yang memiliki karakter “istimewa” jika dibanding sumber energi yang lain.

“Pertama, biomassa adalah satu-satunya sumber EBT yang dapat dibawa kemana saja. Listrik yang dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Biomassa (PLTBm) relatif stabil dan dapat tersedia setiap saat. Banyak lagi karakter khususnya,” ujarnya.

Kedua, dampaknya pada pengurangan gas rumah kaca (GRK) juga sangat efektif karena umumnya berasal dari kayu, dan kayu mengandung sulfur, yang emisinya jauh lebih rendah, sehingga berdampak langsung pada pemanasan global.

Adapun biomassa yang berasal dari sampah, maka akan terjadi pengurangan emisi gas methane yang dihasilkan oleh tumpukan sampah.

Pada diskusi tersebut, baik Djoko, Indroyono maupun Bobby meyakini bahwa memanfaatan biomassa dari Hutan Tanaman Energi (HTE) akan menjadi sumber bahan baku energi berkelanjutan bagi pembangkit tenaga listrik melalui program co-firing.

“Co-firing akan mengurangi penggunaan energi fosil, dalam hal ini batubara, meningkatkan porsi bauran EBT dalam total bauran energi nasional dengan cara yang relatif cepat, relatif mudah dan murah karena tidak perlu membangun pembangkit baru,” ucap Djoko Winarno.

Untuk diketahui, selain dari hasil hutan sumber energi biomassa juga bisa didapatkan dari limbah-limbah pertanian maupun perkebunan seperti bekas pohon jagung, tebu, jerami, sisa potongan kayu hingga cangkang sawit.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
AKLI Siap Dukung Percepatan...
AKLI Siap Dukung Percepatan Pengembangan Energi Listrik Nasional
Rekomendasi
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved