Seleksi Calon Petinggi OJK: Di Luar Kalangan BI, Jangan Terlalu Ngarep!
Selasa, 22 Februari 2022 - 16:39 WIB
loading...
A
A
A
Tentu saja, formasi Lapangan Banteng rasa Kebon Sirih saat ini akan teracik kembali di periode 2022-2027. Selain karena persolan pemilihan teknis, juga sejumlah faktor lainnya, dan sangat menentukan.
Pertama, menurut Nailul, pengalaman pejabat BI yang memang sudah mafhum dengan tugas dan wewenang OJK. Kedua, relasi pegawai OJK dengan BI turut berpengaruh pada adaptasi sehingga bisa langsung tancap gas saat bekerja.
"Faktor lainnya adalah penempatan 'orang dekat' BI dalam DK OJK untuk lebih mempermudah koordinasi dan sinkornisasi kebijakan," jelas Nailul.
Yang terakhir itulah yang paling penting. Tempo lalu, seorang pejabat BI pernah berujar, orang-orang BI memang didorong oleh institusi mereka sendiri untuk duduk di OJK agar pengaturan industri jasa keuangan mikro harmonis dengan kebijakan-kebijakan BI yang makro.
Bagaimanpun kebijakan OJK dan BI saling terkait. Jangan sampai ada kebijakan OJK yang justru "nyelonong" melewati batas, seperti pengaturan capping (pembatasan) suku bunga deposito delapan tahun lalu.
Menurut Nailul, masuknya para "desertir" BI menjadi petinggi OJK juga untuk menghindari konflik kepentingan pengaturan industri jasa keuangan. Jika bos-bos OJK banyak dari kalangan profesional di industri jasa keuangan, baik perbankan maupun non-perbankan, justru akan menciptakan konflik kepentingan itu.
Lihat Juga :