Kembangkan SDM Digital lewat Produk Investasi Saham Startup Edutech
Rabu, 23 Februari 2022 - 17:07 WIB
loading...
Kebutuhan SDM digital tak mampu diimbangi pendidikan konvensional. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - FundEx, platform securities crowdfunding (SCF), menjual produk efek bersifat ekuitas perdananya, yaitu saham startup edutech Dibimbing. Sebesar 5% saham dilepas oleh Dibimbing untuk dimiliki para investor. Dengan diluncurkannya produk ini, maka masyarakat luas atau investor retail dapat membeli saham sebelum startup tersebut melantai di bursa saham sebagai perusahaan terbuka.
Baca juga: Mimpi Setiap UMKM Harus Memiliki Akses yang Sama ke Teknologi
Pada penawaran saham perdana ini, Dibimbing menargetkan pendanaan sejumlah Rp1,2 miliar dengan masa penawaran selama 45 hari. Total saham yang dilepas adalah 2.400.000 lembar, dengan harga per lembarnya Rp500. Melalui www.fundex.id, masyarakat dapat membeli saham Dibimbing mulai dari Rp500.000. Tentu saja dengan nominal yang relatif kecil tersebut, saham Dibimbing dapat dibeli oleh banyak kalangan, termasuk mahasiswa dan fresh graduate.
Pertumbuhan industri digital yang sangat cepat di Indonesia, dihadapkan pada isu utama, yakni antara kebutuhan dan ketersediaan talenta digital. Data dari Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia tengah mengalami digital talent gap (kesenjangan talenta digital) dengan kebutuhan sekitar 9 juta talenta digital dalam 15 tahun atau rata-rata per tahun sekitar 600 ribu. Dengan mengandalkan sistem pendidikan konvensional, laju kebutuhan industri tidak dapat diimbangi dengan penyediaan talenta digital yang diperlukan. Sebagai solusi dari kesenjangan ini lahirlah Dibimbing sebagai platform edutech penyedia layanan belajar kemampuan digital, persiapan karier, dan penyaluran kerja bagi talenta digital Indonesia.
Dibimbing digawangi oleh tiga anak muda yang merupakan alumni Universitas Indonesia, yaitu Zaky Muhammad Syah (Sosiologi FISIP 2016 - Chief Executive Officer), Alim Anggono (Psikologi 2016 - Chief Product Officer), dan Wildan Gunawan (Fasilkom 2016 - Chief Technology Officer). Saat awal beroperasi di bulan November 2020, omzet Dibimbing hanya Rp2 juta per bulan. Namun, setelah berdiri secara legal pada 1 Februari 2021, omzetnya naik hingga mencapai Rp4,49 miliar di bulan Desember 2021. Dibimbing sendiri sudah mencapai profit pada kuartal kedua tahun 2021.
Tentunya investor akan mendapatkan benefit jika berinvestasi pada startup edutech Dibimbing. Yang pertama dan paling utama adalah capital gain. Penggunaan dana yang difokuskan pada scale up produk membuat adanya kelangkaan dividen sharing pada penawaran saham ini. Namun, capital gain di masa depan menjadi prospek yang menarik bagi investor. Selain itu, FundEx juga memberikan bonus spesial berupa Kelas Investasi gratis senilai Rp1 juta bagi setiap investor Dibimbing. Yang tak kalah pentingnya, adalah visi yang dibawa oleh Dibimbing.
Baca juga: Mimpi Setiap UMKM Harus Memiliki Akses yang Sama ke Teknologi
Pada penawaran saham perdana ini, Dibimbing menargetkan pendanaan sejumlah Rp1,2 miliar dengan masa penawaran selama 45 hari. Total saham yang dilepas adalah 2.400.000 lembar, dengan harga per lembarnya Rp500. Melalui www.fundex.id, masyarakat dapat membeli saham Dibimbing mulai dari Rp500.000. Tentu saja dengan nominal yang relatif kecil tersebut, saham Dibimbing dapat dibeli oleh banyak kalangan, termasuk mahasiswa dan fresh graduate.
Pertumbuhan industri digital yang sangat cepat di Indonesia, dihadapkan pada isu utama, yakni antara kebutuhan dan ketersediaan talenta digital. Data dari Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia tengah mengalami digital talent gap (kesenjangan talenta digital) dengan kebutuhan sekitar 9 juta talenta digital dalam 15 tahun atau rata-rata per tahun sekitar 600 ribu. Dengan mengandalkan sistem pendidikan konvensional, laju kebutuhan industri tidak dapat diimbangi dengan penyediaan talenta digital yang diperlukan. Sebagai solusi dari kesenjangan ini lahirlah Dibimbing sebagai platform edutech penyedia layanan belajar kemampuan digital, persiapan karier, dan penyaluran kerja bagi talenta digital Indonesia.
Dibimbing digawangi oleh tiga anak muda yang merupakan alumni Universitas Indonesia, yaitu Zaky Muhammad Syah (Sosiologi FISIP 2016 - Chief Executive Officer), Alim Anggono (Psikologi 2016 - Chief Product Officer), dan Wildan Gunawan (Fasilkom 2016 - Chief Technology Officer). Saat awal beroperasi di bulan November 2020, omzet Dibimbing hanya Rp2 juta per bulan. Namun, setelah berdiri secara legal pada 1 Februari 2021, omzetnya naik hingga mencapai Rp4,49 miliar di bulan Desember 2021. Dibimbing sendiri sudah mencapai profit pada kuartal kedua tahun 2021.
Tentunya investor akan mendapatkan benefit jika berinvestasi pada startup edutech Dibimbing. Yang pertama dan paling utama adalah capital gain. Penggunaan dana yang difokuskan pada scale up produk membuat adanya kelangkaan dividen sharing pada penawaran saham ini. Namun, capital gain di masa depan menjadi prospek yang menarik bagi investor. Selain itu, FundEx juga memberikan bonus spesial berupa Kelas Investasi gratis senilai Rp1 juta bagi setiap investor Dibimbing. Yang tak kalah pentingnya, adalah visi yang dibawa oleh Dibimbing.
Lihat Juga :