Efek Riak Ekonomi Perang Rusia-Ukraina, Waspada Kenaikan Harga Gas, BBM hingga Mobil

Jum'at, 25 Februari 2022 - 06:58 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Rusia Punya Dana Cadangan Rp9.037 Triliun Hadapi Sanksi yang Dipimpin AS

Angka itu tingkat tertinggi yang belum terlihat sejak Februari 1982. Sebagian besar didorong oleh kenaikan harga makanan dan energi. Jika pasokan energi, makanan, atau komoditas lain seperti logam terdampak oleh konflik Rusia-Ukraina, maka harga-harga bakal makin mahal.

Pusat Ekonomi dan Penelitian Bisnis mengatakan bahwa inflasi di negara-negara barat bisa mencapai hampir 10%. Kondisi ini bisa mendorong bank sentral seperti Federal Reserve AS atau Bank of England untuk menaikkan suku bunga, sehingga meminjam uang menjadi lebih mahal.

Idenya adalah bahwa ketika meminjam lebih mahal, orang akan memiliki lebih sedikit uang untuk dibelanjakan. Akibatnya, mereka akan membeli lebih sedikit barang, dan harga akan berhenti naik.

Di Inggris, sekitar 2,2 juta pemilik rumah dengan hipotek yang terkait dengan tingkat dasar Bank of England akan melihat pembayaran naik, misalnya, memberikan tekanan lebih lanjut pada anggaran rumah tangga.

5. Harga Mobil Bisa Lebih Mahal

Rusia adalah salah satu pemasok logam terbesar di dunia yang digunakan dalam pembuatan mobil, seperti nikel atau paladium. Nikel misalnya, digunakan dalam baterai lithium-besi, dan paladium untuk catalytic converter.

Seperti diketahui Industri mobil sudah terhuyung-huyung akibat kekurangan chip dan krisis rantai pasokan selama pandemi. Jika Rusia memutuskan untuk memotong pasokan logam ini sebagai pembalasan atas sanksi, masalah pasokan dapat memburuk dimana perusahaan mobil harus menemukan sumber alternatif dan harga yang kemungkinan akan naik sebagai efeknya.

Negara-negara seperti Afrika Selatan dan Zimbabwe juga memproduksi paladium dalam jumlah besar, tetapi permintaan telah meningkat.

Rusia juga merupakan rumah bagi pusat manufaktur untuk berbagai merek seperti Stellantis, Volkswagen dan Toyota. Pabrik-pabrik di wilayah tersebut bakal berjuang keras untuk tetap[ beroperasi di bawah sanksi, berpotensi menghambat produksi dan ketersediaan mobil baru.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Rusia Tebar Diskon Gas...
Rusia Tebar Diskon Gas ke China Sampai 2029, Lebih Murah dari Eropa
Uni Eropa Curi Harta...
Uni Eropa Curi Harta Moskow? Bunga Aset Rusia Rp27,36 Triliun Dipakai Bayar Utang Ukraina
Rusia Kehilangan 40%...
Rusia Kehilangan 40% Stok Minyak usai Pelabuhan Primorsk Diserang Drone
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Rekomendasi
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Berita Terkini
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved