Awal Tahun, Realisasi Belanja Negara di Sulsel Capai Rp3,03 Triliun
Jum'at, 25 Februari 2022 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
Dia melanjutkan secara detail, realisasi belanja Pemerintah Pusat utamanya disumbang oleh belanja pegawai yang mencapai Rp441 miliar atau 5,21 persen dari pagu 8,48 triliun. "Realisasi pada belanja pegawai kita terjadi growth sebesar 2 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya," sebut Syaiful.
Adapun untuk belanja barang, serapan anggaran mencapai Rp79,59 miliar atau 1,07 persen dari pagu Rp7,40 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, realisasi ini kontraksi sebesar 3,25 persen.
Belanja barang utamanya terkait barang yang akan diserahkan kepada masyarakat atau Pemerintah Daerah, serta biaya operasional dan nonoperasional.
Selanjutnya, realisasi belanja modal terealisasi senilai Rp17,35 miliar atau 0,60 persen dari pagu Rp2,89 triliun. Lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya karena pada tahun 2021 terdapat realisasi pembayaran atas pekerjaan fisik yang selesai di tahun 2020 di Kementerian PUPR, berupa jalan, jaringan dan irigasi, yang tidak terjadi pada tahun 2022.
Syaiful melanjutkan, dari sisi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), realisasinya lebih tinggi 6,61 persen di awal tahun ini jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Adapun untuk belanja barang, serapan anggaran mencapai Rp79,59 miliar atau 1,07 persen dari pagu Rp7,40 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, realisasi ini kontraksi sebesar 3,25 persen.
Belanja barang utamanya terkait barang yang akan diserahkan kepada masyarakat atau Pemerintah Daerah, serta biaya operasional dan nonoperasional.
Selanjutnya, realisasi belanja modal terealisasi senilai Rp17,35 miliar atau 0,60 persen dari pagu Rp2,89 triliun. Lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya karena pada tahun 2021 terdapat realisasi pembayaran atas pekerjaan fisik yang selesai di tahun 2020 di Kementerian PUPR, berupa jalan, jaringan dan irigasi, yang tidak terjadi pada tahun 2022.
Syaiful melanjutkan, dari sisi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), realisasinya lebih tinggi 6,61 persen di awal tahun ini jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Lihat Juga :