Awal Tahun, Realisasi Belanja Negara di Sulsel Capai Rp3,03 Triliun
Jum'at, 25 Februari 2022 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: DJPb Sulsel dan Pemkab Luwu Timur Jalin Kerja Sama Pengelolaan Keuangan
Penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) lebih tinggi karena terdapat kenaikan alokasi Tahun Anggaran (TA) 2022 dibandingkan dengan pagu awal DBH TA 2021 (Perpres 113/2020).
Sedangkan Penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) lebih tinggi dikarenakan kepatuhan daerah dalam menyampaikan syarat salur yang lebih baik. Lalu penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) DAK Fisik, DAK Non Fisik, serta Otsus & DIY belum ada penyaluran karena diperkirakan paling cepat dilakukan pada bulan Maret.
Untuk DAK Nonfisik, kata Syaiful, saat ini rekomendasi penyaluran Dana BOS dari Kemendikbud telah diproses untuk penyaluran bulan Februari. Lalu, penyaluran Dana Desa lebih rendah karena belum semua daerah mengajukan permohonan salur Dana Desa terkait dengan penetapan KPM BLT Dana Desa.
Penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) lebih tinggi karena terdapat kenaikan alokasi Tahun Anggaran (TA) 2022 dibandingkan dengan pagu awal DBH TA 2021 (Perpres 113/2020).
Sedangkan Penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) lebih tinggi dikarenakan kepatuhan daerah dalam menyampaikan syarat salur yang lebih baik. Lalu penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) DAK Fisik, DAK Non Fisik, serta Otsus & DIY belum ada penyaluran karena diperkirakan paling cepat dilakukan pada bulan Maret.
Untuk DAK Nonfisik, kata Syaiful, saat ini rekomendasi penyaluran Dana BOS dari Kemendikbud telah diproses untuk penyaluran bulan Februari. Lalu, penyaluran Dana Desa lebih rendah karena belum semua daerah mengajukan permohonan salur Dana Desa terkait dengan penetapan KPM BLT Dana Desa.
(tri)
Lihat Juga :