Rupiah Awal Pekan Diprediksi Melemah Dibayangi Gelombang Kedua Covid-19
Senin, 15 Juni 2020 - 08:12 WIB
loading...
A
A
A
"Risiko second wave mendorong pelaku pasar keluar dari aset berisiko karena kekhawatiran ekonomi akan dibatasi kembali," imbuhnya
Dia mengatakan, pasar juga merespon negatif pernyataan Bank Sentral AS pada Kamis dinihari lalu yang pesimis ekonomi global akan cepat pulih pasca pandemi. The Fed atau bank sentral AS mengutarakan masih akan memberikan stimulus ke perekonomian hingga 2022.
"Hari ini, sentimen negatif di atas bisa berlanjut. Rupiah bisa melemah lagi terhadap dollar AS," katanya.
Diterangkan juga olehnya neraca perdagangan Indonesia diproyeksikan banyak analis akan mengalami sedikit surplus. Tapi di sisi lain, pasar juga melihat akan ada penurunan aktivitas export dan Import di bulan Mei yang cukup dalam dibandingkan bulan yang sama tahun lalu karena wabah.
"Jadi mungkin surplus yang kecil ini tidak terlalu mempengaruhi rupiah karena data perdagangan juga menunjukkan penurunan aktivitas. Potensi pergerakan rupiah Senin, ada di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.300 per USD," pungkasnya.
Dia mengatakan, pasar juga merespon negatif pernyataan Bank Sentral AS pada Kamis dinihari lalu yang pesimis ekonomi global akan cepat pulih pasca pandemi. The Fed atau bank sentral AS mengutarakan masih akan memberikan stimulus ke perekonomian hingga 2022.
"Hari ini, sentimen negatif di atas bisa berlanjut. Rupiah bisa melemah lagi terhadap dollar AS," katanya.
Diterangkan juga olehnya neraca perdagangan Indonesia diproyeksikan banyak analis akan mengalami sedikit surplus. Tapi di sisi lain, pasar juga melihat akan ada penurunan aktivitas export dan Import di bulan Mei yang cukup dalam dibandingkan bulan yang sama tahun lalu karena wabah.
"Jadi mungkin surplus yang kecil ini tidak terlalu mempengaruhi rupiah karena data perdagangan juga menunjukkan penurunan aktivitas. Potensi pergerakan rupiah Senin, ada di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.300 per USD," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :