Donasi Bitcoin untuk Tentara Ukraina Melampaui Rp58,93 Miliar

Selasa, 01 Maret 2022 - 04:30 WIB
loading...
A A A
Yayasan mulai menerima bitcoin pada tahun 2018, tetapi bagian terbesar dari token yang saat ini dimilikinya telah datang dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, badan amal menerima transfer bank dan kontribusi melalui keanggotaan Patreon (saat ini ditangguhkan).

Menurut laporan Elliptic pada 8 Februari, LSM Ukraina dan kelompok sukarelawan mengumpulkan lebih dari USD500.000 dalam cryptocurrency selama setahun terakhir. Perusahaan telah melacak dana dengan mengidentifikasi dompet cryptocurrency yang digunakan oleh organisasi-organisasi ini.

Misalnya, Aliansi Cyber Ukraina, sebuah kolektif aktivis yang melakukan serangan cyber terhadap instalasi Rusia yang menjadi target, telah menerima hampir USD 100.000 dalam bentuk bitcoin, ether, dan litecoin.

"Beberapa kelompok sukarelawan Ukraina dan LSM yang menerima sumbangan kripto memiliki hubungan yang sangat dekat dengan pemerintah Ukraina -dan ini menambah tren negara-negara yang beralih ke aset kripto sebagai sarana untuk mengumpulkan dana," kata Elliptic dalam laporan sebelumnya.

"Iran menggunakan penambangan Bitcoin sebagai cara untuk memonetisasi cadangan energinya, sementara Korea Utara diyakini mencuri cryptocurrency untuk mendukung program pengembangan rudalnya."

Selama berbulan-bulan, para pemimpin Ukraina telah melakukan upaya bersama untuk mengubah negara itu menjadi surga kripto baru. Kamis lalu, parlemen Ukraina meloloskan RUU untuk melegalkan cryptocurrency, membangun upaya serupa yang dilakukan pada bulan September sebelum diveto oleh Presiden Volodymyr Zelensky.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Rekomendasi
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 21: Elio Diam-Diam Terus Mendekati Arumi
Berita Terkini
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved