Donasi Bitcoin untuk Tentara Ukraina Melampaui Rp58,93 Miliar

Selasa, 01 Maret 2022 - 04:30 WIB
loading...
Donasi Bitcoin untuk...
Sumbangan terus mengalir ke Ukraina sejak awal invasi Rusia diluncurkan pada hari Kamis (24/2) lalu, termasuk dalam bentuk cryptocurrency atau mata uang kripto. Salah satunya Bitcoin. Foto/Dok
A A A
KIEV - Donasi terus mengalir ke Ukraina sejak awal invasi Rusia diluncurkan pada hari Kamis (24/2) lalu, termasuk dalam bentuk cryptocurrency atau mata uang kripto . Tentara Ukraina telah mengambil posisi bertahan di pusat kota Kyiv, Ukraina saat Rusia menekan dari tiga sisi setelah melepaskan serangan udara di kota-kota dan pangkalan militer serta mengirimkan pasukan serta tank.

Dilansir Forbes, seiring hal itu dalam beberapa jam pertama, Come Back Alive sebuah yayasan yang berbasis di Kyiv yang memberikan dukungan kepada tentara Ukraina, mengumpulkan sekitar USD400.000 dalam bitcoin , menurut perusahaan analisis blockchain Elliptic.

Baca Juga: Konflik Ukraina-Rusia: Raksasa Makanan Cepat Saji Amerika Terancam

Lalu pada Jumat, pagi tercatat dompet organisasi tampaknya telah menerima 109 BTC (sekitar USD4,1 juta) atau setara setara Rp58,93 miliar (Kurs Rp14.373 per USD), dimana setidaknya ada lebih dari seribu sumbangan secara total.

Didirikan pada tahun 2014, Come Back Alive mengambil namanya dari prasasti pendiri, programmer IT, Vitaliy Deynega yang dengan rompi anti peluru bersama tentara memerangi separatis dan pasukan Rusia di Ukraina Timur.

Saat ini, Come Back Alive adalah salah satu organisasi non-pemerintah terbesar di negara ini yang melakukan penggalangan dana untuk menyediakan persediaan an peralatan yang diperlukan oleh militer Ukraina seperti drone, kamera termografi, dan perangkat lunak khusus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Rekomendasi
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Ruben Onsu Buka Peluang...
Ruben Onsu Buka Peluang Mediasi dengan Sarwendah di Luar Pengadilan, Demi Anak
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Berita Terkini
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved