Kapal Pesiar Mewah Miliarder Rusia Seharga Rp8,6 Triliun Disita, Prancis-Jerman Pimpin Perburuan
Jum'at, 04 Maret 2022 - 09:23 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Danai Tentara Melawan Invasi Rusia, Ukraina Raup Rp3,8 Triliun dari Penjualan Obligasi Perang
Sementara itu, pada hari Rabu, klub sepak bola Liga Premier Inggris, Everton menangguhkan kesepakatan sponsornya dengan tiga perusahaan Rusia setelah konflik. Ini termasuk kesepakatannya dengan perusahaan induk swasta Usmanov USM. Usmanov menjual 30% sahamnya di klub sepak bola Inggris Arsenal pada 2018.
Data dari database pengiriman MarineTraffic, yang ditinjau oleh CNBC, memberi tahu pada hari Kamis bahwa sejumlah superyacht saat ini berlabuh di Male, ibukota Maladewa. Di antaranya kapal pesiar titan itu disebut dimiliki oleh miliarder Alexander Abramov, chairman perusahaan baja Evraz.
Para pemimpin bisnis Rusia telah memindahkan kapal pesiar mereka ke Montenegro dan Maladewa menyusul pengumuman sanksi oleh para pemimpin dari seluruh dunia, termasuk Departemen Keuangan AS yang menargetkan bank sentral Rusia. Maladewa sendiri tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan AS, menurut World Population Review.
Sementara itu, pada hari Rabu, klub sepak bola Liga Premier Inggris, Everton menangguhkan kesepakatan sponsornya dengan tiga perusahaan Rusia setelah konflik. Ini termasuk kesepakatannya dengan perusahaan induk swasta Usmanov USM. Usmanov menjual 30% sahamnya di klub sepak bola Inggris Arsenal pada 2018.
Data dari database pengiriman MarineTraffic, yang ditinjau oleh CNBC, memberi tahu pada hari Kamis bahwa sejumlah superyacht saat ini berlabuh di Male, ibukota Maladewa. Di antaranya kapal pesiar titan itu disebut dimiliki oleh miliarder Alexander Abramov, chairman perusahaan baja Evraz.
Para pemimpin bisnis Rusia telah memindahkan kapal pesiar mereka ke Montenegro dan Maladewa menyusul pengumuman sanksi oleh para pemimpin dari seluruh dunia, termasuk Departemen Keuangan AS yang menargetkan bank sentral Rusia. Maladewa sendiri tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan AS, menurut World Population Review.
(akr)
Lihat Juga :