Danai Tentara Melawan Invasi Rusia, Ukraina Raup Rp3,8 Triliun dari Penjualan Obligasi Perang

Jum'at, 04 Maret 2022 - 09:00 WIB
loading...
Danai Tentara Melawan...
Pemerintah Ukraina menerbitkan obligasi perang pada hari Selasa dan mengatakan telah mengumpulkan sekitar 8,14 miliar hryvnia Ukraina atau USD270 juta. Foto/Dok
A A A
KIEV - Pemerintah Ukraina menerbitkan obligasi perang pada hari Selasa dan mengatakan telah mengumpulkan sekitar 8,14 miliar hryvnia Ukraina atau USD270 juta yang setara dengan Rp3,8 Triliun (Kurs Rp14.381 per USD). Kementerian keuangan negara itu mengatakan dalam sebuah tweet-nya bahwa obligasi memiliki imbal hasil (yield) 11% dengan tenor satu tahun.

"Hasil dari obligasi akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Bersenjata Ukraina dan untuk memastikan penyediaan kebutuhan keuangan negara di bawah perang Rusia Ukraina ," kata kementerian itu lewat media Twitter, sehari sebelumnya. Sementara itu situs web kementerian saat ini sedang down.

Baca Juga: Dari Pelawak jadi Kepala Negara, Intip Kekayaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

Nilai nominal per obligasi adalah 1.000 hryvnia atau USD33. Selain itu Pemerintah juga menerbitkan obligasi dengan tenor dua bulan dan imbal hasil 10%. Dari ini berhasil mengumpulkan USD7 juta lagi.

Penjualan obligasi dilakukan melalui dealer termasuk Citigroup, Raiffeisen Bank Austria dan OTP Bank Nyrt yang berbasis di Budapest, seperti dilaporkan Wall Street, mengutip pembicaraan antara seorang pejabat Ukraina dan investor.

Sementara itu Angkatan bersenjata Ukraina sebagian besar telah menahan pasukan Rusia sejak invasi dimulai pekan lalu. Ukraina sejauh ini berhasil mempertahankan kendali atas kota-kota utama, di sisi lain telah memperlambat kemajuan Rusia di Ibukota Kiev.

Ketahanan Ukraina telah mengejutkan para analis, banyak yang memperkirakan bahwa Rusia bakal menang mudah mengingat sumber daya militer Moskow yang lebioh besar. Pada tahun 2020, pengeluaran militer Ukraina mencapai USD5,92 miliar, angka itu berbanding jauh dengan USD61,71 miliar yang dihabiskan Rusia, menurut data Bank Dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
Rekomendasi
Solusi Pemberantasan...
Solusi Pemberantasan Korupsi Menurut Islam: Dimulai dari Reformasi Individu dan Sosial
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Kenapa BAIC Taruh Setengah...
Kenapa BAIC Taruh Setengah Nasib 2026 di Tangan T1?
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved