Wall Street Bangkit Didorong Saham Teknologi dan Keuangan
Kamis, 10 Maret 2022 - 07:38 WIB
loading...
Wall Street berakhir menguat pada perdagangan Rabu (8/3/2022) waktu setempat. FOTO/REUTERS
A
A
A
JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menghijau pada perdagangan Rabu (9/3/2022) waktu setempat dipimpin saham keuangan dan teknologi. Wall Street bangkit setelah beberapa hari mengalami penurunan akibat harga minyak terkoreksi.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 2% atau meningkat653,61 poin menjadi 33.286,25, S&P 500 naik 107,18 poin atau 2,57% menjadi 4.277,88 dan Nasdaq Composite bertambah 460,00 poin, atau 3,59%, menjadi 13.255.55.
S&P 500 membukukan kenaikan persentase terbesar sejak Juni 2020, sementara Nasdaq mencatat kenaikan terbesar sejak Maret 2021. Harga minyak global mencatat penurunan terbesar sejak awal pandemi hampir dua tahun lalu, setelah Uni Emirat Arab mengatakan anggota OPEC akan mendukung peningkatan produksi ke pasar karena gangguan pasokan yang disebabkan oleh sanksi yang dikenakan pada Rusia atas konfliknya dengan Ukraina.
Baca Juga: Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Kenaikan tajam harga minyak dan komoditas lain memicu kekhawatiran goncangan lebih lanjut terhadap kenaikan inflasi dan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi. "Saya pikir ini adalah reli oversold harga komoditas," kata Kepala Investasi di Greenwood Capital Walter Todd.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 2% atau meningkat653,61 poin menjadi 33.286,25, S&P 500 naik 107,18 poin atau 2,57% menjadi 4.277,88 dan Nasdaq Composite bertambah 460,00 poin, atau 3,59%, menjadi 13.255.55.
S&P 500 membukukan kenaikan persentase terbesar sejak Juni 2020, sementara Nasdaq mencatat kenaikan terbesar sejak Maret 2021. Harga minyak global mencatat penurunan terbesar sejak awal pandemi hampir dua tahun lalu, setelah Uni Emirat Arab mengatakan anggota OPEC akan mendukung peningkatan produksi ke pasar karena gangguan pasokan yang disebabkan oleh sanksi yang dikenakan pada Rusia atas konfliknya dengan Ukraina.
Baca Juga: Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Kenaikan tajam harga minyak dan komoditas lain memicu kekhawatiran goncangan lebih lanjut terhadap kenaikan inflasi dan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi. "Saya pikir ini adalah reli oversold harga komoditas," kata Kepala Investasi di Greenwood Capital Walter Todd.
Lihat Juga :