Minyak Goreng Langka, Pelaku Industri Bilang yang Perlu Diawasi Distributor

Kamis, 10 Maret 2022 - 16:27 WIB
loading...
Minyak Goreng Langka,...
Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) membantah pernyataan Mendag Muhammad Lutfi yang mengatakan minyak goreng langka karena penyelundupan dan penimbunan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) membantah pernyataan Menteri Perdagangan atau Mendag Muhammad Lutfi yang mengatakan minyak goreng langka karena penyelundupan dan penimbunan.

Baca Juga: Biang Kerok Minyak Goreng Langka Ketemu, Mendag Lutfi: Saya Akan Tuntut secara Hukum

Ketua Umum GIMNI, Bernard Riedo menegaskan, bahwa pihaknya sudah melakukan kewajiban sebagaimana mestinya. Dikatakannya, dalam hal inu semestinya yang perlu diawasi adalah pihak distributornya.

"Kalau buat industri, kan menyalurkan sesuai dengan kewajiban, semua sudah sesuai kok. Kalau di bawah distribusi, nah itu harus dikontrol," ujarnya kepada media, Kamis (10/3/2022).

Perihal yang disampaikan Mendag Lutfi, sambung Bernad mengungkapkan bakal menelusuri lebih jauh lagi karena yang ia ketahui, pihaknya tidak melakukan hal tersebut. "Kami sedang mempelajari apa yang disampaikan pak Mendag soal penyeludupan," katanya.

"(Kelangkaan) ini ada pada distribusi bukan industri melakukan penyeludupan," sambung Bernad.

Baca Juga: Minyak Goreng RI Melimpah, Mendag: Bukan Basah Lagi Tapi Becek

Dalam kunjungan Mendag Lutfi ke Pasar Kebayoran Lama kemarin, Mendag mengatakan, ada dua kemungkinan minyak goreng langka di pasaran. Pertama, kebocoran untuk industri yang kemudian dijual dengan harga tidak sesuai patokan pemerintah. Kedua, ada penyelundupan dari sejumlah oknum.

"Jadi ada yang menimbun, dijual ke industri atau ada yang menyeludup ke luar negeri hingga dijual ke industri, nah ini melawan hukum," ujar Mendag.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Siap-siap! Lonjakan...
Siap-siap! Lonjakan Biaya Plastik Picu Kenaikan Harga Minyak Goreng
Kenaikan Harga Minyak...
Kenaikan Harga Minyak Goreng Terjadi di 207 Kabupaten, Kota! Begini Respons Bapanas
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Rekomendasi
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Timnas Indonesia U-19...
Timnas Indonesia U-19 Raih Peringkat Ketiga Piala AFF U-19 2026
Ahmad Sahroni Bentuk...
Ahmad Sahroni Bentuk ASC Padel, Rekrut Pelatih Spanyol untuk Cetak Atlet
Berita Terkini
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Infografis
Hati-hati! Ini 10 Tanda...
Hati-hati! Ini 10 Tanda Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved