Side Event G20 Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata Labuan Bajo dari Pandemi
Kamis, 10 Maret 2022 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
Pertemuan G20 yang akan berlangsung sepenjang tahun 2022 dipusatkan di Bali dan juga Jakarta. Namun, rangkaian acaranya termasuk side event meeting akan disebar di sejumlah daerah, di antaranya Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal ini tentu menjadi momentum tepat seiring dengan cita-cita dan harapan Indonesia untuk pulih dari pandemi Covid-19 sekaligus membangun pariwisata berkelanjutan khususnya bagi Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas (DPSP).
Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina menyebut side event G20 di Labuan Bajo akan membahas banyak hal yang terkait periwisata berkelanjutan. Di antaranya mendorong isu penting seputar produktivitas, resiliensi, serta keberlanjutan dan kemitraan.
Baca juga: Tarif Hotel di Labuan Bajo Disebut Mahal, Badan Otorita dan Pelaku Wisata Buka Suara
Sehingga, akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan yang berkelanjutan, inklusif dan hijau, termasuk melalui pengembangan ekonomi digital, pemberdayaan perempuan dan pemuda.
Menurut Shana, sejak tahun 2019 wajah kota Labuan Bajo secara perlahan sudah dipercantik, dipoles, dan didandani dengan menghadirkan berbagai fasilitas publik.
Tujuannya agar dapat memberi ruang bagi masyarakat dan juga wisatawan untuk dapat menikmati pesona Kota Labuan Bajo dari sisi arsitektur dan budaya, serta kreativitas yang menjadi salah satu pendorong lahirnya ide kreatif masyarakat.
Hal ini tentu menjadi momentum tepat seiring dengan cita-cita dan harapan Indonesia untuk pulih dari pandemi Covid-19 sekaligus membangun pariwisata berkelanjutan khususnya bagi Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas (DPSP).
Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina menyebut side event G20 di Labuan Bajo akan membahas banyak hal yang terkait periwisata berkelanjutan. Di antaranya mendorong isu penting seputar produktivitas, resiliensi, serta keberlanjutan dan kemitraan.
Baca juga: Tarif Hotel di Labuan Bajo Disebut Mahal, Badan Otorita dan Pelaku Wisata Buka Suara
Sehingga, akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan yang berkelanjutan, inklusif dan hijau, termasuk melalui pengembangan ekonomi digital, pemberdayaan perempuan dan pemuda.
Menurut Shana, sejak tahun 2019 wajah kota Labuan Bajo secara perlahan sudah dipercantik, dipoles, dan didandani dengan menghadirkan berbagai fasilitas publik.
Tujuannya agar dapat memberi ruang bagi masyarakat dan juga wisatawan untuk dapat menikmati pesona Kota Labuan Bajo dari sisi arsitektur dan budaya, serta kreativitas yang menjadi salah satu pendorong lahirnya ide kreatif masyarakat.
Lihat Juga :