Beri Arahan ke Jejaring Kreatif ICCN, Wishnutama Minta Pelaku Ekraf Siap Hadapi Digitalisasi
Minggu, 13 Maret 2022 - 19:17 WIB
loading...
A
A
A
Sarinah di bawah kepemimpinan Erick Thohir kini memang telah bertransformasi untuk secara khusus memberikan panggung inklusif bagi kreasi komunitas, UMKM lokal, usaha perempuan, serta pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia.
Setelah itu, kalender kegiatan ICCN berikutnya adalah ICCF 2022, yang akan diselenggarakan pada Oktober 2022, dengan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai tuan rumah. Sebagaimana kegiatan yang rutin pada tahun-tahun lalu, ICCF 2022 juga diharapkan akan dapat menjadi magnet bagi kemajuan Ekonomi Kreatif di Labuan Bajo, NTT. Terlebih penyelenggaraannya bertepatan dengan semangat dan perayaan Hari Sumpah Pemuda serta G20 Indonesia.
Dalam rapat yang berjalan secara virtual ini, Wishnutama pun menyampaikan arahan khusus kepada para pengurus ICCN, yang tersebar di seluruh Indonesia, bahwa meski mengikuti tren digitalisasi yang ada, seluruh inisiatif dan kreativitas harus tetap dapat memberikan dampak ekonomi yang sesungguhnya bagi masyarakat secara luas.
"Digital itu adalah medium, bukan tujuan. Kita harus punya dampak ekonomi yang sesungguhnya, create value yang sesungguhnya untuk Indonesia," tegas Wishnutama.
Beliau mengingatkan para insan kreatif di ICCN tidak perlu latah atau fear of missing out (FOMO) dengan geliat Metaverse yang banyak dibahas belakangan ini.
“Justru ICCN harus kreatif, harus bisa menghadirkan konsep baru yang lebih relevan dengan Indonesia, yang sepenuhnya mengeksplorasi narasi dan budaya lokal, mengoptimalkan kekayaan sumber daya domestik, dan harus bisa memberi dampak sosial serta ekonomi nyata," ujarnya.
Wishnutama juga memberikan gambaran contoh implementasi konser musik secara digital di dunia Metaverse, yang mana akan berpotensi menghilangkan dampak ekonomi seperti yang sebelumnya melibatkan penjualan tiket transportasi, akomodasi, hingga belanja makanan dan minuman.
Baca Juga: Heboh Metaverse, Wishnutama: Jangan Hanya Sekedar FOMO
Setelah itu, kalender kegiatan ICCN berikutnya adalah ICCF 2022, yang akan diselenggarakan pada Oktober 2022, dengan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai tuan rumah. Sebagaimana kegiatan yang rutin pada tahun-tahun lalu, ICCF 2022 juga diharapkan akan dapat menjadi magnet bagi kemajuan Ekonomi Kreatif di Labuan Bajo, NTT. Terlebih penyelenggaraannya bertepatan dengan semangat dan perayaan Hari Sumpah Pemuda serta G20 Indonesia.
Dalam rapat yang berjalan secara virtual ini, Wishnutama pun menyampaikan arahan khusus kepada para pengurus ICCN, yang tersebar di seluruh Indonesia, bahwa meski mengikuti tren digitalisasi yang ada, seluruh inisiatif dan kreativitas harus tetap dapat memberikan dampak ekonomi yang sesungguhnya bagi masyarakat secara luas.
"Digital itu adalah medium, bukan tujuan. Kita harus punya dampak ekonomi yang sesungguhnya, create value yang sesungguhnya untuk Indonesia," tegas Wishnutama.
Beliau mengingatkan para insan kreatif di ICCN tidak perlu latah atau fear of missing out (FOMO) dengan geliat Metaverse yang banyak dibahas belakangan ini.
“Justru ICCN harus kreatif, harus bisa menghadirkan konsep baru yang lebih relevan dengan Indonesia, yang sepenuhnya mengeksplorasi narasi dan budaya lokal, mengoptimalkan kekayaan sumber daya domestik, dan harus bisa memberi dampak sosial serta ekonomi nyata," ujarnya.
Wishnutama juga memberikan gambaran contoh implementasi konser musik secara digital di dunia Metaverse, yang mana akan berpotensi menghilangkan dampak ekonomi seperti yang sebelumnya melibatkan penjualan tiket transportasi, akomodasi, hingga belanja makanan dan minuman.
Baca Juga: Heboh Metaverse, Wishnutama: Jangan Hanya Sekedar FOMO
Lihat Juga :