Pemerintah Diminta Prioritaskan Jaga Harga BBM Ketimbang Bangun Ibu Kota Baru
Senin, 14 Maret 2022 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
Lanjut Bhima, sejauh ini ketika harga minyak mentah mencapai di atas USD127 per barel maka ada tambahan pendapatan negara dalam bentuk pajak dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp192 triliun.
"Itu pendapatan kan langsung naik, jadi APBN punya ruang untuk tahan kenaikan harga Pertalite. Bahkan Pertamax juga bisa ditahan kenaikan harganya, meski harga minyak mentah sedang liar," ujarnya.
Menurut Bhima, harga keekonomian Pertalite estimasinya di atas Rp11.500 per liter. Jadi kalau dijual Rp7.650 per liter maka Pertamina harus menanggung selisih Rp3.850 per liter. Walaupun pemerintah merasa kesulitan menambal selisih harga keekonomian dan harga jual BBM, bisa dilakukan realokasi dari dana infrastruktur.
Baca juga: JPU Tuntut Munarman 8 Tahun Penjara Terkait Dugaan Terorisme
"Antara pembangunan IKN dan jaga stabilitas harga di masyarakat pastinya lebih prioritas jaga stabilitas harga," tandasnya.
"Itu pendapatan kan langsung naik, jadi APBN punya ruang untuk tahan kenaikan harga Pertalite. Bahkan Pertamax juga bisa ditahan kenaikan harganya, meski harga minyak mentah sedang liar," ujarnya.
Menurut Bhima, harga keekonomian Pertalite estimasinya di atas Rp11.500 per liter. Jadi kalau dijual Rp7.650 per liter maka Pertamina harus menanggung selisih Rp3.850 per liter. Walaupun pemerintah merasa kesulitan menambal selisih harga keekonomian dan harga jual BBM, bisa dilakukan realokasi dari dana infrastruktur.
Baca juga: JPU Tuntut Munarman 8 Tahun Penjara Terkait Dugaan Terorisme
"Antara pembangunan IKN dan jaga stabilitas harga di masyarakat pastinya lebih prioritas jaga stabilitas harga," tandasnya.
(uka)
Lihat Juga :