Anggota Fraksi PDIP ke Mendag Soal Minyak Goreng: Macan Ompong, Bikin Malu Presiden
Kamis, 17 Maret 2022 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
"Pak Menteri tau gak, Pak Menteri menteri ini adalah pembantu Presiden. Bukan sampai merepotkan Presiden hingga beliau turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Pak Presiden sampai turun ke Alfamart dan Indomart, kosong gak ada barang. Kan malu Pak," terangnya.
Ia berharap, masalah ini bisa menjadi pelajaran penting bagi Lutfi. Ia pun mencontohkan, mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam menyelesaikan masalah komoditas.
Politisi PDIP itu menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan harusnya mengayomi seluruh lapisan stakeholder mulai dari produsen hingga penjual.
Baca juga: Karolina Bielawska dari Polandia Juara Miss World 2021
"Saat saya masih di Hipmi saya pernah berkoordinasi dengan Pak Enggartiasto Lukita. Pak Enggar banyak menyelesaikan masalah minyak, gula dan lainnya. Pada saat itu para stakeholder diayomi, diajak duduk diskusi, diajak makan, kemudian diinjak kakinya. Dan paginya mereka diajak konferensi pers dan meminta mereka untuk menjual harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini tidak terjadi di Kemendag saat ini. Yang terjadi saat diputuskan, mereka (pedagang) teriak, masyarakat teriak dan tidak ada solusi sampai sekarang," tandasnya.
Ia berharap, masalah ini bisa menjadi pelajaran penting bagi Lutfi. Ia pun mencontohkan, mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam menyelesaikan masalah komoditas.
Politisi PDIP itu menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan harusnya mengayomi seluruh lapisan stakeholder mulai dari produsen hingga penjual.
Baca juga: Karolina Bielawska dari Polandia Juara Miss World 2021
"Saat saya masih di Hipmi saya pernah berkoordinasi dengan Pak Enggartiasto Lukita. Pak Enggar banyak menyelesaikan masalah minyak, gula dan lainnya. Pada saat itu para stakeholder diayomi, diajak duduk diskusi, diajak makan, kemudian diinjak kakinya. Dan paginya mereka diajak konferensi pers dan meminta mereka untuk menjual harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini tidak terjadi di Kemendag saat ini. Yang terjadi saat diputuskan, mereka (pedagang) teriak, masyarakat teriak dan tidak ada solusi sampai sekarang," tandasnya.
(uka)
Lihat Juga :