Coba Bisnis Ganja di AS, Miliarder Rusia Berakhir dengan Dakwaan
Jum'at, 18 Maret 2022 - 01:58 WIB
loading...
A
A
A
"Dia berusaha merusak sistem politik kita untuk memajukan kepentingan bisnisnya," terangnya.
Meskipun Muraviev, yang berusia 47 tahun menetap di Amerika Serikat selama melakukan skema tersebut, menurut dakwaan. Tapi saat ini dia diyakini berada di Rusia. Dimana Amerika Serikat dan Rusia tidak memiliki perjanjian ekstradisi.
Menurut dakwaan, dimulai pada Juli 2018, kelima pria itu mencoba mendirikan bisnis ganja. Kelimanya melakukan perjalanan ke acara penggalangan dana di Las Vegas untuk kandidat politik pada September 2018 dan Muraviev kemudian setuju untuk menyediakan USD1 juta untuk perusahaan yang bakal dirintis.
Dimana hal itu dimaksudkan untuk memperoleh lisensi bisnis ganja di California, New York, dan New Jersey. Muraviev mentransfer uang itu ke rekening bisnis yang dijalankan oleh Fruman untuk kemudian memberikan kontribusi atas nama perusahaan yang berbasis di AS, menurut dakwaan.
Selain Muraviev, semua konspirator itu warga negara AS. Meskipun Parnas dan Fruman menggunakan sebagian uang Muraviev untuk melunasi tagihan kartu kredit mereka sendiri, beberapa di antaranya masuk ke politik AS, termasuk kontribusi USD325.000 kepada komite aksi politik pendukung Trump.
Lalu kontribusi USD50.000 lainnya untuk kampanye Gubernur Florida saat ini Ron DeSantis, dimana Ia dianggap berpotensi besar maju sebagai calon presiden dari Partai Republik. Terlepas dari kontribusi politik, orang-orang itu gagal memenangkan satupun izin usaha ganja di Florida dan Nevada.
Meskipun Muraviev, yang berusia 47 tahun menetap di Amerika Serikat selama melakukan skema tersebut, menurut dakwaan. Tapi saat ini dia diyakini berada di Rusia. Dimana Amerika Serikat dan Rusia tidak memiliki perjanjian ekstradisi.
Menurut dakwaan, dimulai pada Juli 2018, kelima pria itu mencoba mendirikan bisnis ganja. Kelimanya melakukan perjalanan ke acara penggalangan dana di Las Vegas untuk kandidat politik pada September 2018 dan Muraviev kemudian setuju untuk menyediakan USD1 juta untuk perusahaan yang bakal dirintis.
Dimana hal itu dimaksudkan untuk memperoleh lisensi bisnis ganja di California, New York, dan New Jersey. Muraviev mentransfer uang itu ke rekening bisnis yang dijalankan oleh Fruman untuk kemudian memberikan kontribusi atas nama perusahaan yang berbasis di AS, menurut dakwaan.
Selain Muraviev, semua konspirator itu warga negara AS. Meskipun Parnas dan Fruman menggunakan sebagian uang Muraviev untuk melunasi tagihan kartu kredit mereka sendiri, beberapa di antaranya masuk ke politik AS, termasuk kontribusi USD325.000 kepada komite aksi politik pendukung Trump.
Lalu kontribusi USD50.000 lainnya untuk kampanye Gubernur Florida saat ini Ron DeSantis, dimana Ia dianggap berpotensi besar maju sebagai calon presiden dari Partai Republik. Terlepas dari kontribusi politik, orang-orang itu gagal memenangkan satupun izin usaha ganja di Florida dan Nevada.
Lihat Juga :