Pemerintah Sulap 1.000 Motor Bensin ke Listrik Tahun Ini, Irit Konsumsi BBM 6 Juta KL
Jum'at, 18 Maret 2022 - 11:45 WIB
loading...
Ilustrasi pengendara sepeda motor listrik. FOTO/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengkonversi 1.000 sepeda motor menjadi motor listrik di tahun 2022. Hal ini guna mendorong target pemerintah dalam mengakselerasi menuju Net Zero Emission pada tahun 2060.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, target kendaraan listrik dalam dokumen Grand Strategi Energi Nasional dan Rancangan Net Zero Emission adalah sekitar 2 juta kendaraan listrik roda empat dan 13 juta kendaraan listrik roda dua pada tahun 2030.
"Apabila target kendaraan listrik tersebut tercapai akan memberikan potensi pengurangan konsumsi BBM sebesar 6 juta KL per tahun dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 7,23 juta ton CO2e," ujar Arifin dalam keterangannya, Jumat (18/3/2022).
Baca Juga: Ini Mobil dan Motor Listrik yang Paling Ingin Dimiliki Masyarakat Indonesia
Adapun, sasaran konversi 1.000 unit menjadi motor listrik ini ialah sepeda motor operasional BUMN dan Pemerintah Daerah. Dengan target konversi sebanyak 1.000 unit sepeda motor diharapkan mendorong keterlibatan aktif para pelaku usaha komponen motor listrik konversi, controller, penyedia baterai untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi dan meningkatkan kandungan lokalnya sehingga harga keekonomian mesin konversi lebih terjangkau.
"Target yang menantang di tahun 2030 yaitu 13 juta motor listrik dari motor listrik baru maupun hasil konversi diharapkan menjadi daya tarik untuk mendorong tumbuhnya industri kendaraan bermotor listrik di Indonesia yang mandiri," jelas Arifin.
Menurutnya, peningkatan penggunaan kendaraan listrik juga harus di dukung dengan penyediaan listrik berbasis energi bersih. "Untuk itu kami pun menargetkan pada tahun 2030 kapasitas pembangkit energi terbarukan mencapai 31,4 GW dengan terbangunnya pembangkit EBT baru dalam Green RUPTL PLN 2021 - 2030 sebesar 20,9 GW," lanjut Arifin.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, target kendaraan listrik dalam dokumen Grand Strategi Energi Nasional dan Rancangan Net Zero Emission adalah sekitar 2 juta kendaraan listrik roda empat dan 13 juta kendaraan listrik roda dua pada tahun 2030.
"Apabila target kendaraan listrik tersebut tercapai akan memberikan potensi pengurangan konsumsi BBM sebesar 6 juta KL per tahun dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 7,23 juta ton CO2e," ujar Arifin dalam keterangannya, Jumat (18/3/2022).
Baca Juga: Ini Mobil dan Motor Listrik yang Paling Ingin Dimiliki Masyarakat Indonesia
Adapun, sasaran konversi 1.000 unit menjadi motor listrik ini ialah sepeda motor operasional BUMN dan Pemerintah Daerah. Dengan target konversi sebanyak 1.000 unit sepeda motor diharapkan mendorong keterlibatan aktif para pelaku usaha komponen motor listrik konversi, controller, penyedia baterai untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi dan meningkatkan kandungan lokalnya sehingga harga keekonomian mesin konversi lebih terjangkau.
"Target yang menantang di tahun 2030 yaitu 13 juta motor listrik dari motor listrik baru maupun hasil konversi diharapkan menjadi daya tarik untuk mendorong tumbuhnya industri kendaraan bermotor listrik di Indonesia yang mandiri," jelas Arifin.
Menurutnya, peningkatan penggunaan kendaraan listrik juga harus di dukung dengan penyediaan listrik berbasis energi bersih. "Untuk itu kami pun menargetkan pada tahun 2030 kapasitas pembangkit energi terbarukan mencapai 31,4 GW dengan terbangunnya pembangkit EBT baru dalam Green RUPTL PLN 2021 - 2030 sebesar 20,9 GW," lanjut Arifin.
Lihat Juga :