Banyak BUMN Bikin Keturunan Tanpa Izin Menteri

Selasa, 16 Juni 2020 - 19:23 WIB
loading...
Banyak BUMN Bikin Keturunan...
Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bertekad untuk merapihkan sejumlah anak usaha, cucu, cicit perusahaan BUMN. Pasalnya, jumlah keturunan perusahaan BUMN sangat banyak hingga membengkak menjadi 800 perusahaan.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, banyaknya jumlah keturunan perusahaan ini tidak lepas dari cara pembuatan oleh perusahaan induknya. Dimana dalam satu proyek, sang induk bisa membuat satu anak perusahaan dan seterusnya.

"Ada proyek satu bikin anak perusahaan, ada proyek satu lagi bikin anak perusahaan, ada proyek baru bikin, ada joint venture bikin perusahaan, ada proyek infrastruktur misalnya, ada proyek kecil bikin anak perusahaan. Jadi bikin perusahaan terus, proyek selesai tapi anak perusahaan masih ada," ujar Arya dalam Ngobrol Bareng Trijaya FM 'Tiki-Taka Direksi BUMN' di Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Arya juga menyebut tidak sedikit dari anak, cucu dan cicit perusahaan BUMN yang berstatus bodong atau tidak jelas sampai saat ini. Yang mana tanpa ada izin dari Menteri BUMN Erick Thohir. Baca: Bubarkan BUMN 'Hantu', Menteri Erick Thohir Tunggu Restu Jokowi

"Jadi banyak akhirnya yang bodong juga. Dalam artian enggak ada proyek, direksi enggak ada tapi nama PT masih ada. Dan mau enggak mau bayar pajak. Ini perapihan administrasi memang menjadi kerjaan besar," katanya.

Terkait perapihan dan pengurangan jumlah anak hingga cicit perusahaan BUMN, Arya menyebut sampai saat ini Kementerian BUMN masih terus melakukan hal tersebut secara bertahap.

"Makanya sekarang kita melakukan pembenahan, kemarin ada dari Telkom, Garuda, dan berapa yang lain mulai menghapus anak, cucu, dan cicit perusahaan karena dianggap enggak efisien juga," jelasnya.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
BUMN Ekspor PT DSI Bakal...
BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu Picu Kepanikan Petani Sawit, Harga TBS Turun Drastis
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Menggugat Ilusi Kapitalisme...
Menggugat Ilusi Kapitalisme Negara
Rekomendasi
Campus League dan Universitas...
Campus League dan Universitas Pelita Harapan Jalin Kerja Sama Majukan Ekosistem Olahraga
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
Jurusan IT yang Paling...
Jurusan IT yang Paling Banyak Dicari Perusahaan BUMN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved