Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Dinilai Sudah Tepat

Sabtu, 19 Maret 2022 - 09:00 WIB
loading...
Strategi Pemulihan Ekonomi...
Malioboro Yogyakarta, tampak kembali bergeliat. Protokol kesehatan tetap diberlakukan untuk mencegah penularan Covid-19. FOTO/SINDO Photo/Ahmad Antoni
A A A
JAKARTA - Strategi pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah untuk bangkit dari krisis ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 dinilai sudah ada di jalur yang tepat dan mulai dirasakan oleh pelaku bisnis dan masyarakat. Hal itu diungkapkan President Harvard Club of Indonesia (HCI) Melli Darsa, yang merupakan ikatan alumni Universitas Harvard dan para anggota terkait yang bermukim di Indonesia.

Menurut Melli, strategi pemulihan yang dimaksud mencakup transformasi Indonesia yang kini mendorong ekonomi berkelanjutan. "Transformasi Indonesia ke depan pasca pandemi harus menjadi ekosistem pembangunan yang kuat secara ekonomi tapi juga peduli ekologi, serta inklusif bagi seluruh komponen sosial masyarakat," kata dia melalui keterangan tertulis, dikutip, di Jakarta, Sabtu (18/3/2022).

Baca Juga: Tegas! Menko Airlangga: Kalau Ada Mafia Minyak Goreng Langsung Tangkap

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk pulih dan bangkit pascapandemi memang disesuaikan bagi struktur ekonomi dan tatanan sosial masyarakat Indonesia.

Pemulihan ekonomi nasional yang menjadi strategi pemerintah secara komprehensif mencakup berbagai tatanan ekonomi masyarakat, mulai dari jaring pengaman sosial, dukungan terhadap UMKM, penciptaan lapangan pekerjaan melalui reformasi struktural oleh Undang-Undang Cipta Kerja, hingga harmonisasi regulasi perpajakan sebagai bentuk transformasi dari sisi fiskal.

Pemerintah, lanjut Airlangga, juga telah mempersiapkan sejumlah instrumen, mulai dari anggaran negara, proteksi sosial untuk masyarakat yang paling rentan terhadap economic shock yang diakibatkan oleh pandemi, seperti pekerja harian dan pekerja informal. Tidak hanya itu, pemerintah juga melakukan reformasi sejumlah regulasi yang akan menciptakan sebuah ekosistem yang lebih kondusif bagi pelaku usaha, baik UMKM hingga korporasi.

"Anggaran penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional mencapai Rp695,2 triliun pada tahun 2020. Pada tahun 2021, anggaran ini kami tingkatkan menjadi Rp744,77 triliun, dan tahun 2022 di-budget-kan Rp455,62 triliun," ungkap Airlangga.

Airlangga menekankan, pendekatan penanganan Covid-19 yang diambil oleh Indonesia memang berbeda dengan negara lain karena tidak menerapkan lockdown. Sejak awal strategi kita tidak pernah menerapkan lockdown ketat.

Gas dan rem antara health interventions dengan ekonomi nasional prinsipnya harus seimbang. Karena pemerintah telah mempertimbangkan struktur ekonomi dan tatanan sosial masyarakat Indonesia.

"Jadi tidak bisa kita tiru-tiru saja apa yang dilakukan oleh negara lain. Dan terbukti, strategi ini tepat adanya karena kita bisa lihat sekarang ini ekonomi Indonesia mulai kembali ke level sebelum pandemi lebih cepat dibanding yang diperkirakan banyak orang," paparnya.

Baca Juga: Dukung UMKM Go Export, Menko Airlangga Tinjau Industri Pengalengan di Yogyakarta

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 mencapai 3,69 persen meningkat cukup pesat dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang terkontraksi 2,07 persen. Indikator-indikator ekonomi Indonesia juga terus menunjukkan tren yang terus meningkat, mulai dari neraca perdagangan yang positif, stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pasar saham yang sempat menyentuh level tertingginya dalam lima tahun terakhir di angka Rp6.992.

"Ke depan, diyakini tren positif pemulihan ekonomi Indonesia ini akan semakin kuat dengan adanya super cycle dari komoditas-komoditas primadona Indonesia. Dan prioritas utama pemerintah akan terus mendukung pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional," pungkas Airlangga.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bertemu PM Belarus,...
Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi
Airlangga Kunjungi Belarus,...
Airlangga Kunjungi Belarus, Bidik Kerja Sama Teknologi Modern Alat Pertanian
Harga Plastik Meroket...
Harga Plastik Meroket 100%, Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Industri
Rupiah Ambruk, Dolar...
Rupiah Ambruk, Dolar AS Tembus Rp17.300, Ini Respons Pemerintah
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
Peran Strategis Muhammadiyah...
Peran Strategis Muhammadiyah Dukung Optimisme Pertumbuhan Solid Perekonomian
Mutiara Baswedan Lulus...
Mutiara Baswedan Lulus dari Harvard, Anies Ungkap Perjuangan Sang Putri
Indonesia dan Rusia...
Indonesia dan Rusia Teken Agreed Minutes SKB ke-14 untuk Perkuat Kerja Sama Strategis
Bohongi AS, Ilmuwan...
Bohongi AS, Ilmuwan Harvard Justru Bantu China Membangun 'Tentara Super'
Rekomendasi
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
Bill Gates: Ada Ancaman...
Bill Gates: Ada Ancaman Pandemi Baru Pasca Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved