Kurangi Impor Tiga Komoditas, Kementan Ajak Petani Milenial Lakukan Inovasi
Minggu, 20 Maret 2022 - 03:14 WIB
loading...
A
A
A
Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan yang bergerak di pendidikan tinggi vokasi, sangat mendukung pembangunan SDM dengan penguatan terhadap generasi muda atau petani milenial.
Salah satu wujud dukungan tampak pada webinar online Millenial Agriculture Forum (MAF) yang digelar Polbangtan Medan bertajuk 'Menata Pasar Kopi, Gula dan Kedelai menjadi Primadona di Rumah Sendiri', Sabtu (19/3/2022).
Hadir sebagai narasumber antara lain mantan Atase Pertanian Indonesia di Eropa Andriyono Kilat Adhi, Ketua Koperasi Kopling Banjar Mandiri Sumardi, praktisi kopi sekaligus Ketua LSP Kopi Edy Panggabean, K Nababan dari Dinas Tanaman Pangan & Hortikultura Provinsi Sumatera Utara dan wirausahawan milenial gula semut Rayndra Syahdan Mahmudin.
(Baca juga:Erick Kesal, RI Negara Agraris Tapi Impor Pangan Terus)
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Kementan Idha Widi Arsanti mengharapkan Polbangtan Medan memiliki Jurusan Perkebunan berbasis Smart Farming dengan sarana Teaching Factory untuk mendukung mahasiswanya pada budidaya, pengolahan dan pemasaran kopi.
“Saat ini kita berada pada era 4.0 yang mengharuskan kita menggunakan smart farming untuk efektivitas dan efisiensi pertanian,” katanya.
Kebijakan pengembangan kopi di Indonesia, katanya, di hulu fokus pada perbaikan tanaman melalui peremajaan, rehabilitasi dan intensifikasi dan perluasan perkebunan kopi berbasis kawasan.
Di hilir, dilakukan peningkatan efisiensi dan efektifitas pabrik gula, rayonisasi pabrik gula kemitraan dengan petani, pengembangan industri hilir, pengembangan riset, pengetatan dan tata niaga distribusi gula impor, peningkatan investasi modal asing (PMA) dan dalam negeri (PMDN), serta pembangunan pabrik gula baru.
Salah satu wujud dukungan tampak pada webinar online Millenial Agriculture Forum (MAF) yang digelar Polbangtan Medan bertajuk 'Menata Pasar Kopi, Gula dan Kedelai menjadi Primadona di Rumah Sendiri', Sabtu (19/3/2022).
Hadir sebagai narasumber antara lain mantan Atase Pertanian Indonesia di Eropa Andriyono Kilat Adhi, Ketua Koperasi Kopling Banjar Mandiri Sumardi, praktisi kopi sekaligus Ketua LSP Kopi Edy Panggabean, K Nababan dari Dinas Tanaman Pangan & Hortikultura Provinsi Sumatera Utara dan wirausahawan milenial gula semut Rayndra Syahdan Mahmudin.
(Baca juga:Erick Kesal, RI Negara Agraris Tapi Impor Pangan Terus)
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Kementan Idha Widi Arsanti mengharapkan Polbangtan Medan memiliki Jurusan Perkebunan berbasis Smart Farming dengan sarana Teaching Factory untuk mendukung mahasiswanya pada budidaya, pengolahan dan pemasaran kopi.
“Saat ini kita berada pada era 4.0 yang mengharuskan kita menggunakan smart farming untuk efektivitas dan efisiensi pertanian,” katanya.
Kebijakan pengembangan kopi di Indonesia, katanya, di hulu fokus pada perbaikan tanaman melalui peremajaan, rehabilitasi dan intensifikasi dan perluasan perkebunan kopi berbasis kawasan.
Di hilir, dilakukan peningkatan efisiensi dan efektifitas pabrik gula, rayonisasi pabrik gula kemitraan dengan petani, pengembangan industri hilir, pengembangan riset, pengetatan dan tata niaga distribusi gula impor, peningkatan investasi modal asing (PMA) dan dalam negeri (PMDN), serta pembangunan pabrik gula baru.
Lihat Juga :