Pengusaha Ritel Senang HET Minyak Goreng Dicabut, Pasokan Melimpah
Selasa, 22 Maret 2022 - 11:50 WIB
loading...
Minyak goreng kembali melimpah di ritel modern. Foto/Dok Antara
A
A
A
JAKARTA - Keputusan pemerintah mencabut Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan disambut gembira oleh pengusaha ritel modern. Pasalnya, pasokan menjadi tidak terbatas lagi bahkan jadi banjir pasok.
"Kami menyambut baik dan mendukung sekali program pemerintah yang mencabut HET. Karena waktu HET diberlakukan, kita kurang pasok," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey dalam dialog di IDX Channel, Selasa (22/3/2022).
Baca juga: 81 Perusahaan Wajib Kucurkan 14 Ribu Ton Minyak Goreng Curah, Begini Mekanismenya
Menurut dia, saat pemerintah menetapkan HET yang lantas kini dicabut, terjadi perbandingan signifikan pada tingkat pelayanan dari pihak distributor. Saat HET diberlakukan, barang yang dikirim oleh distributor jumlahnya tidak sesuai dengan yang dipesan.
Sebagai contoh, ritel A melakukan pemesanan atau purchase order (PO) sebanyak 30 karton minyak goreng, namun barang yang dikirimkan dibatasi hanya 10 karton. Sedangkan setelah HET dicabut, barang yang dikirimkan sesuai dengan permintaan, tanpa adanya pembatasan.
"Ketika HET diberlakukan kita punya service level. Itu perbandingan antara PO dengan delivery order. Jadi PO kita di masing-masing peritel sangat bervariasi. Ada yang hanya 15-16% atau bahkan ada yang 28%,” ungkapnya.
Baca juga: HET Dicabut, 10.000 Toko Online Minyak Goreng Boleh Jualan Lagi
"Kami menyambut baik dan mendukung sekali program pemerintah yang mencabut HET. Karena waktu HET diberlakukan, kita kurang pasok," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey dalam dialog di IDX Channel, Selasa (22/3/2022).
Baca juga: 81 Perusahaan Wajib Kucurkan 14 Ribu Ton Minyak Goreng Curah, Begini Mekanismenya
Menurut dia, saat pemerintah menetapkan HET yang lantas kini dicabut, terjadi perbandingan signifikan pada tingkat pelayanan dari pihak distributor. Saat HET diberlakukan, barang yang dikirim oleh distributor jumlahnya tidak sesuai dengan yang dipesan.
Sebagai contoh, ritel A melakukan pemesanan atau purchase order (PO) sebanyak 30 karton minyak goreng, namun barang yang dikirimkan dibatasi hanya 10 karton. Sedangkan setelah HET dicabut, barang yang dikirimkan sesuai dengan permintaan, tanpa adanya pembatasan.
"Ketika HET diberlakukan kita punya service level. Itu perbandingan antara PO dengan delivery order. Jadi PO kita di masing-masing peritel sangat bervariasi. Ada yang hanya 15-16% atau bahkan ada yang 28%,” ungkapnya.
Baca juga: HET Dicabut, 10.000 Toko Online Minyak Goreng Boleh Jualan Lagi
Lihat Juga :