Wall Street Hari Ini Dibuka Melemah, Tertekan Lonjakan Harga Migas
Rabu, 23 Maret 2022 - 22:16 WIB
loading...
Wall Street hari ini dibuka melemah pada perdagangan Rabu (23/3/2022). FOTO/REUTERS
A
A
A
JAKARTA - Indeks acuan Wall Street hari ini dibuka melemah pada perdagangan Rabu (23/3/2022). Dow Jones Industrial Average (DJI) turun -58,62 poin atau -0,17% di 34.748,84, S&P 500 (SPX) dibuka lebih rendah sebesar -18,51 poin atau -0,41% di 4.493,10, serta Nasdaq Composite (IXIC) merosot -118,46 poin, atau 0,84% di 13.990,35.
Emiten yang paling aktif ditransaksikan antara lain Apple 0,80%, AMD -0,13%, Tesla 3,18%, Occidental 2,41%, dan NVIDIA -1,39%. Tiga top gainers utama ditempati oleh General Mills 4,55%, Tesla 3,18%, dan Valero Energy 2,00%, sedangkan top losers antara lain ResMed -8,66%, Adobe -7,74%, dan Signature Bank -4,81%.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat, Saham Nike Melaju 5 Persen
Lonjakan harga minyak dan gas alam terus menjadi ancaman pasar modal Amerika Serikat di tengah prospek kelanjutan kenaikan suku bunga dan serangkaian kebijakan moneter yang ketat demi menahan gejolak inflasi. Tren bullish wall street yang sebelumnya terbentuk mulai dikhawatirkan bakal terkena dampak kenaikan suku bunga.
"Meskipun ada kritik atas kebijakan Fed, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa bank sentral AS tidak akan bisa mengatasi lonjakan inflasi," kata Mark Haefele, Chief Investment Officer, UBS Global Wealth Management, dilansir Reuters, Rabu (23/3/2022).
Emiten yang paling aktif ditransaksikan antara lain Apple 0,80%, AMD -0,13%, Tesla 3,18%, Occidental 2,41%, dan NVIDIA -1,39%. Tiga top gainers utama ditempati oleh General Mills 4,55%, Tesla 3,18%, dan Valero Energy 2,00%, sedangkan top losers antara lain ResMed -8,66%, Adobe -7,74%, dan Signature Bank -4,81%.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat, Saham Nike Melaju 5 Persen
Lonjakan harga minyak dan gas alam terus menjadi ancaman pasar modal Amerika Serikat di tengah prospek kelanjutan kenaikan suku bunga dan serangkaian kebijakan moneter yang ketat demi menahan gejolak inflasi. Tren bullish wall street yang sebelumnya terbentuk mulai dikhawatirkan bakal terkena dampak kenaikan suku bunga.
"Meskipun ada kritik atas kebijakan Fed, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa bank sentral AS tidak akan bisa mengatasi lonjakan inflasi," kata Mark Haefele, Chief Investment Officer, UBS Global Wealth Management, dilansir Reuters, Rabu (23/3/2022).
Lihat Juga :