Mandiri Investasi Targetkan Dana Kelolaan Rp65,7 Triliun Tahun Ini

Kamis, 24 Maret 2022 - 14:13 WIB
loading...
Mandiri Investasi Targetkan...
Acara Mandiri Investasi Market Outlook 2022, Kamis (24/3/2022). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi), selaku perusahaan manajer investasi bagian dari Bank Mandiri Group, optimistis sepanjang tahun ini mampu meraih dana kelolaan investasi sebesar Rp65,7 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, dalam waktu dekat Mandiri Investasi akan meluncurkan sebanyak delapan produk reksadana baru, yang terbagi ke dalam berbagai kelas aset. Pada kelas aset Pasar Uang, Mandiri Investasi akan merilis produk Reksa Dana Pasar Uang USD. Kemudian dari Saham Offshore akan dirilis Reksa Dana Asian Equity USD. Lantas, untuk kelas asset indeks, sedang dipersiapkan produk Reksa Dana Index FTSE, bertema Environmental, Social & Corporate Governance (ESG), yaitu investasi yang fokus ke sektor industri berkelanjutan.

Baca Juga: Waspada Investasi Bodong, Pemula Bisa Mulai dengan Reksa Dana

"Peluncuran produk reksa dana baru tersebut, bertujuan memberikan solusi investasi yang inovatif, mengingat kebutuhan nasabah yang terus berubah, sekaligus menambah varian produk yang sudah ada di Mandiri Investasi," ujar Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Aliyahdin Saugi pada acara Mandiri Investasi Market Outlook 2022, Kamis (24/3/2022).

Peluncuran berbagai produk investasi tersebut, jelas Aliyahdin yang kerap dipanggil Adi, telah melalui proses riset dan analisa, terhadap kinerja berbagai instrumen investasi serta pola investasi nasabah. Berdasarkan proyeksi perusahaan, proporsi investasi dari investor individu tahun ini didominasi oleh reksa dana Open End. Sementara, investor institusi lebih bersikap konservatif.

Adi optimistis, seluruh produk investasi baru tersebut akan mendapat sambutan positif, baik dari investor institusi maupun individu. Salah satu indikatornya adalah, adanya peningkatan dana kelolaan dari investor dalam negeri dan investor asing khususnya asal Singapura ke pasar investasi Indonesia. Tahun ini, investor dari Singapura yang hendak berinvestasi melalui Mandiri Investment Management Singapore (MIMS) diperkirakan meningkat, mencapai 16% dari portfolio investasi Mandiri Investasi secara konsolidasi. Sejumlah produk reksa dana baru itu melengkapi berbagai produk investasi yang ada.

Strategi investasi yang dilakukan perusahaan selama ini terbukti memberikan imbal hasil investasi optimal kepada nasabah. Mandiri Investasi fokus kepada kelas asset yang memberikan imbal hasil berkelanjutan serta menitikberatkan ke sektor industri yang peduli terhadap lingkungan, kemajuan sosial dan memiliki corporate governance berstandar tinggi. Mandiri Investasi juga memiliki kapabilitas mumpuni dalam melakukan diversifikasi portofolio nasabah, untuk mendapatkan imbal hasil optimal.

Terkait kondisi ekonomi dan investasi di Indonesia pada tahun ini, Adi meyakini masih memiliki potensi bertumbuh yang cukup baik kendati kondisi ekonomi dan politik global berada dalam tekanan imbas dari ketegangan geopolitik global yang meningkat akibat invasi Rusia ke Ukraina.

“Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi indikator masuknya investasi asing ke pasar modal, pekan lalu sempat menyentuh level psikologis di 7.000. Hal itu menunjukkan bahwa upaya pemerintah dan stakeholder lainnya dalam memulihkan kondisi perekonomian dan investasi Indonesia, dinilai positif oleh investor asing,” ungkapnya.

Tren positif tersebut tak lepas dari keberhasilan Pemerintah menangani pandemi Covid-19 dengan pelaksanaan vaksinasi secara massif dan pengelolaan pola pergerakan masyarakat. Termasuk di dalamnya adalah keberhasilan Pemerintah dalam menangani dampak pandemi dengan berbagai macam stimulus dan kebijakan yang tepat sasaran.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan Budi G Sadikin menyatakan bahwa program pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah untuk melindungi masyarakat dan memulihkan ekonomi dari dampak negatif Covid-19, dinilai telah berjalan efektif. Perekonomian Indonesia sudah mulai bergerak, merujuk pada pertumbuhan ekonomi 2021 yang mencapai 5,02%. Kendati demikian, selama pandemi masih ada, maka ketidakpastian pada pemulihan ekonomi juga masih tinggi.

Baca Juga: Rusia Peringatkan NATO Tidak Kirim Pasukan Perdamaian ke Ukraina

Oleh karena itu, dibutuhkan kewaspadaan dan disiplin terhadap pelaksanaan prosedur kesehatan tetap harus dipatuhi. Agar pandemi dapat dikendalikan dan dapat berubah menjadi endemi. “Transisi dari pandemi menjadi endemi, diharapkan dapat menggiatkan sektor ekonomi dari hulu ke hilir. Pemulihan ekonomi nasional adalah tugas kita bersama, membutuhkan sinergi berbagai pihak, demi mewujudkan ekonomi yang terus tumbuh,” ucap Budi.

Komisaris Utama Bank Mandiri Chatib Basri, yang menjadi salah satu pembicara, turut menyatakan bahwa dengan penanganan covid-19 yang berjalan baik, maka pada semester kedua tahun ini diharapkan ekonomi akan mulai membaik. Namun, dampak dari perang Rusia vs Ukraina agar dapat disikapi hati-hati oleh pemerintah.

Managing Partner Verdhana Sekuritas Heriyanto Irawan optimistis, kondisi perekonomian Indonesia memiliki peluang besar untuk tumbuh secara signifikan. Kuncinya adalah transformasi yang dilakukan pemerintah, salah satunya dengan melakukan hilirisasi mineral. Hal itu terbukti memberikan nilai tambah, dan meningkatkan pendapatan negara dari ekspor mineral yang telah diolah lebih lanjut, ketimbang mengekspor raw material. Peningkatan devisa dari ekspor komoditas itu membuat rupiah stabil, dan dapat membiayai pembangunan.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Rekomendasi
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Tak Hanya 287 WNA, 4...
Tak Hanya 287 WNA, 4 WNI Turut Jadi Tersangka Judol Hayam Wuruk
Berita Terkini
PNM Mekaar Salurkan...
PNM Mekaar Salurkan Pembiayaan 23,3 Juta Nasabah Prasejahtera
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Pacu Kinerja, Pelindo...
Pacu Kinerja, Pelindo Sinergi Lokaseva Rombak Jajaran Direksi
Purbaya Tegaskan Investor...
Purbaya Tegaskan Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Tak Kebal Hukum
MNC Sekuritas Ajak Investor...
MNC Sekuritas Ajak Investor Pahami Saham Syariah lewat Webinar Gratis Beli Saham Syariah
Sambut Tahun Ajaran...
Sambut Tahun Ajaran Baru, Indomaret Hadirkan Pokemon School Collection
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved