Menparekraf Bidik 1,5 Juta Lapangan Kerja dari Investasi Baru di Destinasi Pariwisata
Jum'at, 25 Maret 2022 - 11:17 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Uno. Foto/Dok Kemenparekraf
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menargetkan investasi baru di sektor pariwisata khususnya di 5 destinasi super prioritas (DSP) dan 8 kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata dapat membuka lapangan kerja baru bagi 1-1,5 juta orang.
Sandiaga menuturkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi (Kemenparekraf) juga telah menawarkan 12 proyek investasi pariwisata berkelanjutan yang pada 17 Maret 2022 lalu telah diluncurkan oleh Kementerian Investasi/BKPM.
"Kita memprediksi tahun ini akan dimulai investasi. Rencana investasi ada di lima destinasi super prioritas, delapan kawasan ekonomi khusus, serta 12 proyek investasi pariwisata berkelanjutan," urai Sandiaga dalam keterangan resmi, Jumat (25/3/2022).
Baca juga: Ingin Mendunia, Menparekraf Jamu Para Pembalap MotoGP dengan Kuliner khas Nusantara
Sandiaga mengatakan, investasi yang ditawarkan Kemenparekraf ke 18 investor asing tersebut adalah investasi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan pariwisata berbasis komunitas sebagai upaya mengakselerasi kebangkitan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja di Indonesia.
Sandiaga menuturkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi (Kemenparekraf) juga telah menawarkan 12 proyek investasi pariwisata berkelanjutan yang pada 17 Maret 2022 lalu telah diluncurkan oleh Kementerian Investasi/BKPM.
"Kita memprediksi tahun ini akan dimulai investasi. Rencana investasi ada di lima destinasi super prioritas, delapan kawasan ekonomi khusus, serta 12 proyek investasi pariwisata berkelanjutan," urai Sandiaga dalam keterangan resmi, Jumat (25/3/2022).
Baca juga: Ingin Mendunia, Menparekraf Jamu Para Pembalap MotoGP dengan Kuliner khas Nusantara
Sandiaga mengatakan, investasi yang ditawarkan Kemenparekraf ke 18 investor asing tersebut adalah investasi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan pariwisata berbasis komunitas sebagai upaya mengakselerasi kebangkitan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja di Indonesia.
Lihat Juga :