Luhut Sebut 2 Kunci untuk Lepas dari Jebakan Negara Berpendapatan Menengah
Senin, 28 Maret 2022 - 07:55 WIB
loading...
Menko Luhut B. Pandjaitan mengungkap kunci untuk lepas dari jebakan middle income trap. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Indonesia dapat keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap pada tahun 2036 mendatang.
Baca juga: Tarawih Wajib Booster, HNW: Aturan yang Diskriminatif
Menko Luhut menilai langkah yang dilakukan Indonesia dalam mempercepat dan keluar dari jebakan itu ada catatan yang harus dilakukan, yaitu melakulan hilirisasi dan efisiensi.
“Pada 2036, Indonesia diperkirakan akan keluar dari status middle income trap dengan pertumbuhan rata-rata 5,7%. Namun itu sebenarnya kita belum maksimalkan hilirisasi dan efisiensi," kata Menko Luhut dalam acara Rakernas Pusat Ikatan Alumni ITS, dikutip Senin (28/3/2022).
Luhut menyampaikan, jika melihat kondisi pasca-pandemi, Indonesia tengah dihadapkan pada berbagai tantangan perubahan dunia. Namun sekaligus menjadi sebuah momen pertumbuhan agar Indonesia tidak taken for granted atas segala yang ada.
"Menurut hemat saya, ini juga 'untung' bahwa pandemi ini ada. Sehingga akal-akal kita yang selama ini taken for granted, sekarang telah terjadi perubahan,” urainya.
Dengan adanya pandemi terjadi perubahan sistem kesehatan, akselerasi otomasi dan digitalisasi, peningkatan peran dari AI, big data, dan perubahan global value chain, termasuk green recovery dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Baca juga: Antre Tes PCR, Penumpang Perjalanan Luar Negeri Membludak di Bandara Soetta
Luhut menegaskan bahwa kunci Indonesia untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah adalah hilirisasi dan efisiensi. Jika mampu dan memaksimalkan kedua itu, Indonesia akan menuju negara maju.
Baca juga: Tarawih Wajib Booster, HNW: Aturan yang Diskriminatif
Menko Luhut menilai langkah yang dilakukan Indonesia dalam mempercepat dan keluar dari jebakan itu ada catatan yang harus dilakukan, yaitu melakulan hilirisasi dan efisiensi.
“Pada 2036, Indonesia diperkirakan akan keluar dari status middle income trap dengan pertumbuhan rata-rata 5,7%. Namun itu sebenarnya kita belum maksimalkan hilirisasi dan efisiensi," kata Menko Luhut dalam acara Rakernas Pusat Ikatan Alumni ITS, dikutip Senin (28/3/2022).
Luhut menyampaikan, jika melihat kondisi pasca-pandemi, Indonesia tengah dihadapkan pada berbagai tantangan perubahan dunia. Namun sekaligus menjadi sebuah momen pertumbuhan agar Indonesia tidak taken for granted atas segala yang ada.
"Menurut hemat saya, ini juga 'untung' bahwa pandemi ini ada. Sehingga akal-akal kita yang selama ini taken for granted, sekarang telah terjadi perubahan,” urainya.
Dengan adanya pandemi terjadi perubahan sistem kesehatan, akselerasi otomasi dan digitalisasi, peningkatan peran dari AI, big data, dan perubahan global value chain, termasuk green recovery dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Baca juga: Antre Tes PCR, Penumpang Perjalanan Luar Negeri Membludak di Bandara Soetta
Luhut menegaskan bahwa kunci Indonesia untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah adalah hilirisasi dan efisiensi. Jika mampu dan memaksimalkan kedua itu, Indonesia akan menuju negara maju.
(uka)
Lihat Juga :