Kelola Dana Subsidi Rp2,2 Triliun, Pelni Pastikan Penerapan GRC yang Baik
Selasa, 29 Maret 2022 - 23:51 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni menjadi salah satu BUMN yang melayani masyarakat melalui angkutan penumpang dan barang. Guna mendukung operasional perusahaan, Pelni mendapat dana subsidi Public Service Obligation (PSO) mencapai Rp2,2 triliun.
Komisaris Utama Pelni Ali Masykur Musa mengatakan, untuk mengelola dana sebesar itu, dibutuhkan penerapan Governance, Risk and Compliance (GRC) yang baik dan memadai. Pelni pun telah melakukan sejumlah langkah terkait hal tersebut.
"PSO kita Rp2,2 triliun, yang diminta untuk dikelola, mengantar dengan selamat warga kita yang ada di pinggiran. Jadi finance risk itu, bagaimana menghitung pertanggungjawaban kapal, kalau cuaca nggak bagus atau apa, maka dia menambah budget," paparnya dalam konferensi Indonesian Governance, Risk and Compliance (IGRC), Selasa (29/3/2022).
Baca juga: Pemudik Lebaran 2022 Diramal Membludak, Intip Persiapan 4 BUMN Transportasi
Lebih lanjut, sesuai arahan dari Kementerian BUMN, pengendalian manajemen risiko untuk seluruh BUMN menggunakan identifikasi risiko, analisis risiko saat ini dan evaluasi risiko.
Komisaris Utama Pelni Ali Masykur Musa mengatakan, untuk mengelola dana sebesar itu, dibutuhkan penerapan Governance, Risk and Compliance (GRC) yang baik dan memadai. Pelni pun telah melakukan sejumlah langkah terkait hal tersebut.
"PSO kita Rp2,2 triliun, yang diminta untuk dikelola, mengantar dengan selamat warga kita yang ada di pinggiran. Jadi finance risk itu, bagaimana menghitung pertanggungjawaban kapal, kalau cuaca nggak bagus atau apa, maka dia menambah budget," paparnya dalam konferensi Indonesian Governance, Risk and Compliance (IGRC), Selasa (29/3/2022).
Baca juga: Pemudik Lebaran 2022 Diramal Membludak, Intip Persiapan 4 BUMN Transportasi
Lebih lanjut, sesuai arahan dari Kementerian BUMN, pengendalian manajemen risiko untuk seluruh BUMN menggunakan identifikasi risiko, analisis risiko saat ini dan evaluasi risiko.
Lihat Juga :