Dorong Kinerja BPR-BPRS, Perbarindo Galakkan Digitalisasi
Rabu, 30 Maret 2022 - 16:15 WIB
loading...
BPR masih mencatatkan kinerja yang positif. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia ( Perbarindo ) mencatat aset bank perkreditan rakyat ( BPR ) tumbuh sebesar 8,62%. Sementara bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS) tumbuh 14,16% sepanjang 2021.
Ketua Umum Perbarindo Joko Suyanto menjelaskan selama pandemi, kinerja Industri BPR – BPRS tetap tumbuh positif walaupun melambat. Seperti terlihat pada indikator kinerja tahun 2021. Kredit yang disalurkan BPR pun tumbuh sebesar 5,24%. Sedangkan BPRS mencatat perrumbuhan kredit sebesar 12,20%.
Baca juga: Wakil Ketua Komisi XI DPR Nilai BPR Layak Jadi Penyalur KUR
"Dana pihak ketiga dalam bentuk tabungan tumbuh 9,47% (BPR) dan BPRS 15,60%, serta deposito tumbuh sebesar 10,56% (BPR) dan 19,34% (BPRS). BPR – BPRS tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, meskipun dalam masa pandemi Covid-19," ungkap Joko dalam Rakernas Perbarindo, Rabu (30/3/2022).
Joko mencatat industri BPR – BPRS saat ini memang menghadapi tantangan yang tidak mudah, kondisi pandemi Covid-19 yang belum diketahui akan berakhir, masih terus membayangi pertumbuhan kinerja BPR-BPRS. Selain itu, perkembangan bisnis yang dinamis mendorong berbagai pelaku lembaga jasa keuangan baik bank maupun non bank, sangat ekspansif dalam menyasar pangsa pasar BPR – BPRS.
Kondisi ini dinilai Joko mendorong persaingan usaha yang semakin kompetitif, antara BPR – BPRS dengan pelaku usaha jasa keuangan. Di lain sisi, pandemi juga mendorong naiknya preferensi masyarakat menggunakan transaksi yang berbasis digital baik untuk layanan perbankan maupun untuk berbelanja melalui aplikasi dan e-commerce.
Ketua Umum Perbarindo Joko Suyanto menjelaskan selama pandemi, kinerja Industri BPR – BPRS tetap tumbuh positif walaupun melambat. Seperti terlihat pada indikator kinerja tahun 2021. Kredit yang disalurkan BPR pun tumbuh sebesar 5,24%. Sedangkan BPRS mencatat perrumbuhan kredit sebesar 12,20%.
Baca juga: Wakil Ketua Komisi XI DPR Nilai BPR Layak Jadi Penyalur KUR
"Dana pihak ketiga dalam bentuk tabungan tumbuh 9,47% (BPR) dan BPRS 15,60%, serta deposito tumbuh sebesar 10,56% (BPR) dan 19,34% (BPRS). BPR – BPRS tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, meskipun dalam masa pandemi Covid-19," ungkap Joko dalam Rakernas Perbarindo, Rabu (30/3/2022).
Joko mencatat industri BPR – BPRS saat ini memang menghadapi tantangan yang tidak mudah, kondisi pandemi Covid-19 yang belum diketahui akan berakhir, masih terus membayangi pertumbuhan kinerja BPR-BPRS. Selain itu, perkembangan bisnis yang dinamis mendorong berbagai pelaku lembaga jasa keuangan baik bank maupun non bank, sangat ekspansif dalam menyasar pangsa pasar BPR – BPRS.
Kondisi ini dinilai Joko mendorong persaingan usaha yang semakin kompetitif, antara BPR – BPRS dengan pelaku usaha jasa keuangan. Di lain sisi, pandemi juga mendorong naiknya preferensi masyarakat menggunakan transaksi yang berbasis digital baik untuk layanan perbankan maupun untuk berbelanja melalui aplikasi dan e-commerce.
Lihat Juga :