Mobil Listrik Masih Mahal, Pangamat: Perlu Kebijakan Khusus Agar Harga Lebih Terjangkau
Senin, 04 April 2022 - 08:39 WIB
loading...
A
A
A
Mamit membeberkan, dengan menggencarkan penggunaan mobil listrik, Indonesia bisa mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan.
Jika tidak ada upaya untuk mengurangi populasi mobil konvensional, sektor transportasi akan menyumbang sebesar 0,28 miliar tCO2e/tahun dan 0,86 miliar tCO2e/tahun pada 2060.
"Pemakaian 1 liter BBM dengan jarak tempuh 10 km akan menghasilkan 2,6 kg CO2, sedangkan untuk 1 kWh mobil listrik dengan jarak tempuh 10 km menghasilkan 1,27 kg CO2," bebernya.
Baca juga: Negara-negara Ini Jual Mobil Listrik Lebih Murah Dibanding Indonesia
Selain emisi CO2 yang dihasilkan lebih sedikit, imbuh Mamit, biaya yang dikeluarkan dalam menggunakan mobil listrik juga terjangkau. Untuk 1kWh daya mobil listrik dihargai sebesar Rp1.500, setara dengan 1 liter BBM seharga Rp12.500.
Jika tidak ada upaya untuk mengurangi populasi mobil konvensional, sektor transportasi akan menyumbang sebesar 0,28 miliar tCO2e/tahun dan 0,86 miliar tCO2e/tahun pada 2060.
"Pemakaian 1 liter BBM dengan jarak tempuh 10 km akan menghasilkan 2,6 kg CO2, sedangkan untuk 1 kWh mobil listrik dengan jarak tempuh 10 km menghasilkan 1,27 kg CO2," bebernya.
Baca juga: Negara-negara Ini Jual Mobil Listrik Lebih Murah Dibanding Indonesia
Selain emisi CO2 yang dihasilkan lebih sedikit, imbuh Mamit, biaya yang dikeluarkan dalam menggunakan mobil listrik juga terjangkau. Untuk 1kWh daya mobil listrik dihargai sebesar Rp1.500, setara dengan 1 liter BBM seharga Rp12.500.
Lihat Juga :