Krisis Ekonomi Sri Lanka: Semua Menteri dan Bos Bank Sentral Mendadak Mundur

Selasa, 05 April 2022 - 18:55 WIB
loading...
Krisis Ekonomi Sri Lanka:...
Gubernur Bank Sentral Sri Lanka, Ajith Nivard Cabraal mengatakan, dia telah mengajukan pengunduran dirinya ketika negara itu sedang menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade. Foto/Dok
A A A
KOLOMBO - Gubernur Bank Sentral Sri Lanka mengatakan, dia telah mengajukan pengunduran dirinya ketika negara itu sedang menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade. Pengumuman Ajith Nivard Cabraal datang setelah semua menteri kabinet di negara itu mundur.

Para pengunjuk rasa yang marah juga menyerukan perdana menteri dan presiden negara itu untuk mundur. Kekurangan mata uang asing yang parah telah membuat pemerintah tidak dapat membayar impor penting, termasuk bahan bakar.

Baca Juga: Tulah Presiden Sri Lanka: Dulu Dipuja, Kini Didemo Gara-gara KKN dan Krisis BBM

Sri Lanka yang berpenduduk sekitar 22 juta orang ini tengah dililit krisis ekonomi paling serius sejak kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1948. Bank sentral akan membuat keputusan suku bunga acuan yang sebelumnya sempat tertunda.

Lakshini Fernando dari Asia Securities memproyeksikan, bank bakal menaikkan suku bunga utamanya setidaknya dua poin secara persentase ketika mencoba untuk menstabilkan rupee Sri Lanka. Mata uang Sri Lanka telah kehilangan lebih dari 30% nilainya terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sejak didevaluasi bulan lalu.

Sementara pasar kemungkinan akan bereaksi positif terhadap pengunduran diri Cabraal, "kuncinya adalah siapa yang mengambil alih pada saat ini," kata Fernando kepada BBC.

"Kami pasti membutuhkan lebih banyak kejelasan tentang kebijakan untuk momentum yang lebih kuat," katanya.

Para demonstran telah turun ke jalan-jalan di Ibu kota Kolombo karena rumah-rumah dan bisnis mengalami pemutusan listrik hingga 13 jam. Warga Sri Lanka juga tengah menghadapi kekurangan pasokan pangan dan inflasi yang melonjak, setelah negara itu mendevaluasi mata uangnya bulan lalu menjelang pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai bailout.

Hal ini terjadi ketika 26 menteri Sri Lanka telah mengajukan surat pengunduran diri, tetapi tidak untuk Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa atau saudaranya, Presiden Gotabaya Rajapaksa.

Baca Juga: Listrik Padam 13 Jam Per Hari, Rakyat Marah dan Coba Serbu Rumah Presiden Sri Lanka

Sementara itu, mantan pengacara Presiden Rajapaksa dan mantan menteri kehakiman negara itu Ali Sabry, dilantik sebagai menteri keuangan baru pada hari Senin.

Sebagai informasi, Cabraal ditunjuk sebagai gubernur ke-16 bank sentral pada September lalu. Dia sebelumnya adalah gubernur ke-12 bank selama hampir satu dekade, dari Juli 2006 hingga Januari 2015.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Mengapa Mata Uang Kuwait...
Mengapa Mata Uang Kuwait Terkuat di Dunia, Sedangkan Rupiah RI Terpuruk Rp17.377 Per Dolar?
Rekomendasi
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
Dihantam Krisis Ekonomi,...
Dihantam Krisis Ekonomi, Seluruh Menteri Sri Lanka Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved