Tugas Berat Sosok Cantik di OJK: Jauhkan Masyarakat dari Rentenir Online
Jum'at, 08 April 2022 - 02:49 WIB
loading...
A
A
A
Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan hasil survei OJK pada 2016. Saat itu, indeks literasi keuangan baru mencapai 29,7% dan indeks inklusi keuangan 67,8%.
Jika melihat data-data itu tergambar bahwa indeks literasi keuangan sulit mendekati angka inklusi keuangan, gapnya mencapai 50%. Nah tahun 2024 OJk menargetkan angka indeks inklusi keuangan sebesar 90%.
Untuk mengejar target itu, OJK tentu akan mendorong industri jasa keuangan agar semakin mudah "dicicipi" masyarakat. Perkaranya, ketika masyarakat mulai mudah bersentuhan dengan produk-produk keuangan, tapi di sisi lain masyarakat masih belum melek soal itu, bisa berabe.
Ujung-ujungnya, akan muncul kasus-kasus investasi bodong ataupun terjerat rentenir online alias pinjaman online ilegal, seperti yang marak terjadi saat ini. Apalagi, kemajuan teknologi semakin memudahkan masyarakat mengakses produk-produk keuangan, terutama yang dari fintech.
Jika melihat data-data itu tergambar bahwa indeks literasi keuangan sulit mendekati angka inklusi keuangan, gapnya mencapai 50%. Nah tahun 2024 OJk menargetkan angka indeks inklusi keuangan sebesar 90%.
Untuk mengejar target itu, OJK tentu akan mendorong industri jasa keuangan agar semakin mudah "dicicipi" masyarakat. Perkaranya, ketika masyarakat mulai mudah bersentuhan dengan produk-produk keuangan, tapi di sisi lain masyarakat masih belum melek soal itu, bisa berabe.
Ujung-ujungnya, akan muncul kasus-kasus investasi bodong ataupun terjerat rentenir online alias pinjaman online ilegal, seperti yang marak terjadi saat ini. Apalagi, kemajuan teknologi semakin memudahkan masyarakat mengakses produk-produk keuangan, terutama yang dari fintech.
Lihat Juga :