Menkeu Sri Mulyani Beberkan Kinerja Positif APBN di Awal 2022: Surplus Rp19,7 Triliun

Rabu, 13 April 2022 - 11:04 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani Beberkan...
Menkeu Sri Mulyani Indrawati melaporkan bahwa dari sisi fiskal, APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) terus melanjutkan kinerja positif, begini rinciannya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani Indrawati melaporkan bahwa dari sisi fiskal, APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) terus melanjutkan kinerja positif. Hal ini dilihat dari sisi pendapatan negara dan dukungan terhadap belanja negara untuk menopang kebutuhan masyarakat dan di dalam mendukung investasi seperti belanja di bidang infrastruktur.

Realisasi pendapatan negara hingga akhir Februari 2022 tumbuh sebesar 37,73% year on year. Dalam hal ini, pendapatan negara telah mencapai Rp302,42 triliun atau setara 16,38% dari target APBN 2022.

"Perbaikan pendapatan negara terutama akibat pemulihan dari kinerja dunia usaha dan juga kenaikan harga komoditas serta kenaikan dari ekspor maupun impor barang yang dibutuhkan untuk menopang kegiatan ekonomi yang makin tinggi," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (13/4/2022).

Baca Juga: Optimisme di APBN 2022

Di sisi realisasi belanja negara, terjadi perlambatan sebesar 0,1% mencapai Rp282,7 triliun atau setara 10,4% dari pagu belanja negara. Meskipun mengalami sedikit perlambatan, Sri Mulyani menilai bahwa realisasi belanja ini cenderung membaik apabila dibandingkan periode Januari 2022 yang waktu itu terkontraksi hingga 13%.

"Membaiknya realisasi belanja negara didukung oleh belanja pemerintah pusat yang terealisasi sebesar Rp172,2 triliun. Belanja ini mencakup belanja operasional Kementerian/Lembaga(K/L) maupun belanja program K/L terutama untuk belanja infrastruktur dan belanja bantuan sosial (bansos)," ungkap Sri Mulyani.

Penyaluran bansos dalam hal ini mengalami kenaikan dengan pelaksanaan program Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan (PKH) tahap I, dan pencairan bantuan kartu sembako. Untuk belanja non K/L, realisasi mencapai Rp93,6 triliun, terutama untuk pembayaran subsidi energi yang meningkat.

"Dengan perkembangan tersebut, APBN di mana penerimaan mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi, sedangkan belanja relatif cukup baik perkembangannya sejak Januari, APBN tetap mencatatkan surplus Rp19,7 triliun atau sebesar 0,11% dari produk domestik bruto," terang Menkeu.

Baca Juga: Sri Mulyani: Pengusaha Kurang Happy, Tapi Pendapatan Negara Perlu Kita Jaga

Dalam mengantisipasi dan menghadapi gejolak dan tekanan global yang masih berlangsung, dia mengatakan, APBN akan terus melakukan responx secara aktif dan memposisikan menjadi shock absorber di dalam rangka tetap terus melindungi dari sisi kesehatan karena pandemi COVID-19 yang belum selesai, dan melindungi dari sisi masyarakat dalam bentuk daya beli dan terutama kelompok yang paling rentan.

Pada saat bersamaan, APBN mulai dipulihkan kesehatannya dan tetap mendukung pemulihan ekonomi. "APBN akan melakukan multiple objectives yaitu tetap melindungi kesehatan dari sisi pandemi yang belum berakhir, mendukung masyarakat dari sisi daya beli dan bansos, terutama kelompok paling rentan, dan menjaga pemulihan ekonomi nasional, keempat tetap menjaga dan mengembalikan kesehatan APBN," pungkas Mantan Direktur Bank Dunia itu.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Defisit APBN April 2026...
Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
Naik Argo Bromo Anggrek...
Naik Argo Bromo Anggrek Sehari Sebelumnya, Sri Mulyani Berduka untuk Korban Tabrakan KA di Bekasi
Defisit APBN Rp240,1...
Defisit APBN Rp240,1 Triliun Dinilai Sebagai Alarm Kebijakan, Haruskah Panik?
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Perang Timteng Menguji...
Perang Timteng Menguji Resiliensi Ekonomi Indonesia
Rekomendasi
World Allergy Week 2026,...
World Allergy Week 2026, Dorong Anak Aktif dan Cerdas Sejak Dini
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Berita Terkini
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Hijaukan Kaltim! Aksi...
Hijaukan Kaltim! Aksi Nyata Pegadaian Tanam 2.000 Pohon Demi Masa Depan
Perkuat Daya Saing,...
Perkuat Daya Saing, LOTTE Chemical Indonesia Raih Tiga Sertifikasi ISO
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved