Hadapi Kenaikan Harga Energi dan Pangan Global, Pemerintah Pertebal Bansos dan Tingkatkan Alokasi KUR
Kamis, 14 April 2022 - 15:59 WIB
loading...
A
A
A
Terkait dengan tantangan global yang terjadi akibat kondisi geopolitik antara Rusia dan Ukraina, Menko Airlangga mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi mendapatkan pemasukan dari ekspor komoditas. Hal ini dikarenakan beberapa harga komoditas terus meningkat seperti batu bara, tembaga, gas alam, CPO, dan nikel. Selain itu, Pemerintah juga tengah memitigasi risiko yang dihadapi akibat kenaikan harga komoditas energi dan pangan yang terjadi akibat kondisi geopolitik tersebut.
Terkait dengan peredaman inflasi, Menko Airlangga mengatakan bahwa pemerintah mendorong agar proses distribusi komoditas bisa berjalan dengan baik dan pemerintah daerah diharapkan turut serta dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk mengontrol inflasi.
Pemerintah Pusat juga melanjutkan pemberian stimulus ekonomi melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2022 dengan alokasi anggaran Rp455,62 triliun untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Program PEN sendiri dibagi dalam bidang kesehatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp122,5 triliun, perlindungan masyarakat sebesar Rp154,8 triliun, dan penguatan pemulihan ekonomi sebesar Rp178,3 triliun.
“Khusus menjelang Ramadhan ini, pemerintah meluncurkan penebalan perlindungan sosial terutama akibat kenaikan minyak goreng, besarnya Rp100.000,00 per bulan dan diberikan untuk tiga bulan sekaligus, yaitu sebesar Rp300.000. Bantuan itu diberikan kepada lebih dari 20 juta masyarakat. Ditambah dengan BT-PKLWN yang disalurkan kepada 2,5 juta masyarakat. Oleh pemerintah akan segera disalurkan,” tutur Menko Airlangga.
Terkait dengan peredaman inflasi, Menko Airlangga mengatakan bahwa pemerintah mendorong agar proses distribusi komoditas bisa berjalan dengan baik dan pemerintah daerah diharapkan turut serta dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk mengontrol inflasi.
Pemerintah Pusat juga melanjutkan pemberian stimulus ekonomi melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2022 dengan alokasi anggaran Rp455,62 triliun untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Program PEN sendiri dibagi dalam bidang kesehatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp122,5 triliun, perlindungan masyarakat sebesar Rp154,8 triliun, dan penguatan pemulihan ekonomi sebesar Rp178,3 triliun.
“Khusus menjelang Ramadhan ini, pemerintah meluncurkan penebalan perlindungan sosial terutama akibat kenaikan minyak goreng, besarnya Rp100.000,00 per bulan dan diberikan untuk tiga bulan sekaligus, yaitu sebesar Rp300.000. Bantuan itu diberikan kepada lebih dari 20 juta masyarakat. Ditambah dengan BT-PKLWN yang disalurkan kepada 2,5 juta masyarakat. Oleh pemerintah akan segera disalurkan,” tutur Menko Airlangga.
Lihat Juga :