Sedot Investasi Rp126 Miliar, 2 Jalur Kereta Api Bakal Dibangun di Medan

Senin, 18 April 2022 - 10:28 WIB
loading...
Sedot Investasi Rp126...
Waskita Karya dipercaya membangun sejumlah infrastruktur dasar kereta api di Medan, Sumatera Utara. Di antaranya 2 jalur kereta api dan pembangunan Emplasemen dan Bangunan Stasiun Medan Tahap II. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Waskita Karya Tbk , dipercaya membangun sejumlah infrastruktur dasar kereta api di Medan , Sumatera Utara. Adapun nilai investasi proyek ini mencapai Rp508 miliar.

Director of Operation I Waskita Karya, I Ketut Pasek Senjaya menjelaskan, penugasan yang dijalankan perusahaan seiring dengan meningkatnya kebutuhan transportasi umum. Karena itu, Waskita melalui unit bisnisnya, Building Division dipercaya untuk membangun sejumlah infrastruktur kereta api di wilayah Medan dan sekitarnya.

Baca Juga: Awas Kehabisan, 967.122 Tiket Kereta Jarak Jauh Ludes Terjual

Pekerjaan tersebut tertuang dalam kontrak baru yang ditandatangani Senior Vice President (SVP) Building Division Anak Agung Gede Sumadi bersama Pejabat Penandatangan Kontrak (PPK) Kementerian Perhubungan Muhlis Hanggani Pada Kamis, (14/4/2022) kemarin.

Dalam kontrak tersebut, emiten dengan kode saham WSKT ini dipercaya membangun proyek Jalur Kereta Api Lintas Medan – Binjai dan Medan – Araskabu (JLKAMB 1) dengan nilai kontrak Rp126 miliar.

Selain Jalur Kereta Api, Waskita juga meraih kontrak untuk pembangunan Emplasemen dan Bangunan Stasiun Medan Tahap II (JLKAMB 6) dengan nilai kontrak Rp382 milyar.

Stasiun ini adalah stasiun kereta api kelas besar tipe B yang terletak di perbatasan antara Kelurahan Kesawan (Medan Barat) dan Gang Buntu (Medan Timur).

Stasiun yang terletak pada ketinggian +22 meter di atas permukaan laut ini merupakan stasiun kereta api utama PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara dan Aceh yang setiap harinya melayani ribuan penumpang ke berbagai wilayah di Sumatera Utara.

Pasek mengatakan, proyek pekerjaan ini banyak tantangan terutama pada pembangunan Stasiun Utama Kota Medan.

“Pekerjaan pembangunan emplasemen dan bangunan Stasiun Medan Tahap II ini adalah pekerjaan pengembangan yang penuh tantangan karena stasiun yang masih aktif beroperasi. Beberapa tantangan yang dihadapi dalam pekerjaan ini adalah lokasi yang sudah terbangun jalur elevated dan jalur track bawah yang aktif digunakan,” ujar Pasek, dikutip Senin (18/4/2022).

Baca Juga: Reaktivasi Jalur Kereta Api Garut-Cibatu Diresmikan, Erick Thohir Pastikan Fasilitasnya Nyaman

Sementara SVP Building Division Waskita Karya, Anak Agung Gede Sumadi menambahkan, dari alat berat yang akan digunakan dalam pekerjaan ini seperti mesin bore pile, crane juga launcher gantry membutuhkan space atau ruang bebas dalam melakukan aktifitas.

Menurutnya, masing-masing proyek ini membutuhkan waktu pengerjaan 900 hari. Koordinasi dengan pihak Kereta Api sangatlah diperlukan karena pekerjaan dapat dilakukan pada saat window time atau kereta api tidak dalam posisi melayani penumpang dalam menaikkan atau menurunkan penumpang di titik pekerjaan.

Untuk diketahui, pembangunan JLKAMB 1 lintas Medan – Binjai dilakukan dari Km 0+000 s/d Km 1+745 (P0 - P8) dan untuk lintas Medan – Araskabu yaitu Km 0+000 s/d Km 0+500. Lingkup pekerjaan ini meliputi pekerjaan persiapan, pekerjaan pendukung Teknis, Pekerjaan Pier – Pier dan Pekerjaan Track.

Sementara pada pembangunan JLKAMB 6 adalah pembangunan Stasiun Kereta Api Elevated. Titik Pekerjaan berada pada Stasiun Eksisting (Stasiun Medan) yang aktif beroperasi. Lingkup pekerjaan yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, Pekerjaan bore pile, pile cap, pier, box girder, voided slab, struktur baja hingga mekanikal dan elektrikal.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
PTPP Gelar RUPST Tahun...
PTPP Gelar RUPST Tahun Buku 2025: Tetapkan Perubahan Anggaran Dasar dan Perkuat Strategi Bisnis
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Komisi V DPR Dorong...
Komisi V DPR Dorong Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api
Desakan Mundur Dirut...
Desakan Mundur Dirut KAI, Pengamat: Evaluasi Harus Objektif, Bukan Tekanan Politik
Purbaya Sentil Proyek...
Purbaya Sentil Proyek Whoosh dan LRT, Minim Pengawasan Bikin Biaya Bengkak Puluhan Triliun
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Inul Daratista Geram...
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Rekomendasi
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved