Kampanye Kendaraan Listrik Gencar, Penjualan Mobil Pengguna BBM Kian Moncer
Selasa, 19 April 2022 - 10:35 WIB
loading...
Penjualan mobil terus meningkat seiring adanya insentif dari pemerintah. FOTO/WIN CAHYONO
A
A
A
JAKARTA - Penjualan mobil secara wholesales sepanjang Januari-Maret 2022 mencapai 263.822 unit, melonjak 41% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan penjualan ditopang sejumlah faktor, antara lain semakin membaiknya infrastruktur serta membaiknya perekonomian di sejumlah daerah yang ditopang kenaikan harga komoditas.
Hasil ini menunjukkan bahwa industri otomotif nasional kini kian pulih setelah dua tahun sebelumnya terhantam dampak pandemi Covid-19. Kinerja penjualan mobil para kuartal I/2022 ini layak diapresiasi karena menunjukkansektor manufaktur terus bergerak positif.
Baca juga: Puan Maharani Jamin Ketersediaan BBM Tercukupi
Kendati demikian, maraknya penjualan mobil yang notabene masih didominasi kendaraan berbasisbahan bakar minyak (BBM) ini belum diikuti masifnya penjualan kendaraanlistrik. Per Maret 2022 lalu, Kementerian Perhubungan mencatat kendaraan listrik yang ada di Indonesia baru mencapai 16.000-an unit, terdiri atas kendaraan roda tiga, mobil penumpang, sepeda motor dan bus. Khusus mobil listrik, data per November tahun lalu baru di kisaran 1.650-an unit.
Kondisi ini membuktikan bahwa kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil masih menjadi pilihan utama masyarakat karena harga kendaraan listrik masih relatif lebih mahal kendati sudah ada sejumlah insentif.
Padahal, sedianya pengembangan kendaraan listrik di Tanah Air ini terus didorong oleh pemerintahyang sejakDesember 2020 dengan meluncurkan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) demi mengurangi ketergantungan impor BBM. Program ini dalam jangka panjang juga bertujuan meningkatkan ketahanan energi nasional. Bahkan, Presiden Joko Widodo bercita-cita agar Indonesia bisa menjadi pemain di industri kendaraan listrik dan bisa menjadi moda transportasi utama.
Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (Celio) Bhima Yudistira mengatakan 2022 ini menjadi momen yang pas bagi pengembang mobil listrik di Indonesia. Terlebih ditengah lonjakan harga minyak mentah dunia saat ini.
Hasil ini menunjukkan bahwa industri otomotif nasional kini kian pulih setelah dua tahun sebelumnya terhantam dampak pandemi Covid-19. Kinerja penjualan mobil para kuartal I/2022 ini layak diapresiasi karena menunjukkansektor manufaktur terus bergerak positif.
Baca juga: Puan Maharani Jamin Ketersediaan BBM Tercukupi
Kendati demikian, maraknya penjualan mobil yang notabene masih didominasi kendaraan berbasisbahan bakar minyak (BBM) ini belum diikuti masifnya penjualan kendaraanlistrik. Per Maret 2022 lalu, Kementerian Perhubungan mencatat kendaraan listrik yang ada di Indonesia baru mencapai 16.000-an unit, terdiri atas kendaraan roda tiga, mobil penumpang, sepeda motor dan bus. Khusus mobil listrik, data per November tahun lalu baru di kisaran 1.650-an unit.
Kondisi ini membuktikan bahwa kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil masih menjadi pilihan utama masyarakat karena harga kendaraan listrik masih relatif lebih mahal kendati sudah ada sejumlah insentif.
Padahal, sedianya pengembangan kendaraan listrik di Tanah Air ini terus didorong oleh pemerintahyang sejakDesember 2020 dengan meluncurkan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) demi mengurangi ketergantungan impor BBM. Program ini dalam jangka panjang juga bertujuan meningkatkan ketahanan energi nasional. Bahkan, Presiden Joko Widodo bercita-cita agar Indonesia bisa menjadi pemain di industri kendaraan listrik dan bisa menjadi moda transportasi utama.
Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (Celio) Bhima Yudistira mengatakan 2022 ini menjadi momen yang pas bagi pengembang mobil listrik di Indonesia. Terlebih ditengah lonjakan harga minyak mentah dunia saat ini.
Lihat Juga :