Kampanye Kendaraan Listrik Gencar, Penjualan Mobil Pengguna BBM Kian Moncer
Selasa, 19 April 2022 - 10:35 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan kenaikan harga minyak mentah, di atas USD100 per barel sebenarnya menjadi insentif bagi masyarakat untuk beralih ke mobil listrik. Konsumen di Amerika Serikat (AS) sangat tertekan dengan kenaikan harga BBM, sehingga mereka beralih ke mobil listrik yang biaya bahan bakarnya jauh lebih murah," ucap dia Senin, (18/04/2022).
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), khusus penjualan mobil pada Maret lalu mencapai 98.536 unit. Itu artinya meningkat dari bulan sebelumnya yang berjumlah 81.2228 unit. Toyota berada di urutan pertama dengan jumlah penjualan 33.515 unit. Kemudian disusul oleh Daihatsu dengan jumlah 17.465 unit, Mitsubishi 13.289, dan Honda sebanyak 12.975 unit.
Menurut Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara, tren penjualan tahun ini lebih bagus dari tahun 2021. Hasil ini tidak lepas dari kebijakanpemerintah yang telah mengeluarkan kebijakan relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) pada 1 Maret 2021 hingga Maret 2022.
“Ini dampaknya luar biasa. Karena kebijakan itu, industri otomotif bukan hanya OEM (Original Equipment Manufacturer)-nya saja. Akan tetapi, seluruh ekosistem itu bisa bangkit. Kita memasuki tahapan awal mulai ekspansi atau pemulihan,” ujarnya saat dihubungi Koran SINDO, Senin (18/4/2022).
Terpisah, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, sektor industri otomotif sejak 2021 telah mengalami peningkatan yang signifikan. Laju pertumbuhan pada kuartal IV/2021 meningkat 17,82% secara kumulatif dibandingkan dengan kuartal IV tahun sebelumnya.
Agus mengakui, stimulus PPnBM DTP cukup mengangkat penjualan otomotif yang diikuti naiknyaproduksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih tahun 2021 dengan posri peningkatan 66,8% dari tahun sebelumnya.
"Pencapaian tersebut membuat kinerja produksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih tahun 2021 hampir mendekati pencapaian produksi tahun 2019 sebelum terjadinya pendemi Covid-19, serta sektor otomotif menjadi salah satu dari sedikit sektor industri yang mampu menghindari terjadinya PHK," tegas Agus saat dihubungi KORAN SINDO, di Jakarta, Senin (18/4) sore.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), khusus penjualan mobil pada Maret lalu mencapai 98.536 unit. Itu artinya meningkat dari bulan sebelumnya yang berjumlah 81.2228 unit. Toyota berada di urutan pertama dengan jumlah penjualan 33.515 unit. Kemudian disusul oleh Daihatsu dengan jumlah 17.465 unit, Mitsubishi 13.289, dan Honda sebanyak 12.975 unit.
Menurut Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara, tren penjualan tahun ini lebih bagus dari tahun 2021. Hasil ini tidak lepas dari kebijakanpemerintah yang telah mengeluarkan kebijakan relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) pada 1 Maret 2021 hingga Maret 2022.
“Ini dampaknya luar biasa. Karena kebijakan itu, industri otomotif bukan hanya OEM (Original Equipment Manufacturer)-nya saja. Akan tetapi, seluruh ekosistem itu bisa bangkit. Kita memasuki tahapan awal mulai ekspansi atau pemulihan,” ujarnya saat dihubungi Koran SINDO, Senin (18/4/2022).
Terpisah, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, sektor industri otomotif sejak 2021 telah mengalami peningkatan yang signifikan. Laju pertumbuhan pada kuartal IV/2021 meningkat 17,82% secara kumulatif dibandingkan dengan kuartal IV tahun sebelumnya.
Agus mengakui, stimulus PPnBM DTP cukup mengangkat penjualan otomotif yang diikuti naiknyaproduksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih tahun 2021 dengan posri peningkatan 66,8% dari tahun sebelumnya.
"Pencapaian tersebut membuat kinerja produksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih tahun 2021 hampir mendekati pencapaian produksi tahun 2019 sebelum terjadinya pendemi Covid-19, serta sektor otomotif menjadi salah satu dari sedikit sektor industri yang mampu menghindari terjadinya PHK," tegas Agus saat dihubungi KORAN SINDO, di Jakarta, Senin (18/4) sore.
Lihat Juga :