Pengamat: BBM RON Rendah Ketinggalan Zaman dan Tambah Emisi Gas Rumah Kaca
Jum'at, 19 Juni 2020 - 13:17 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah, sambung Mamit, bisa membuat standar bahan bakar yang lebih baik dan segera menerapkannya Euro IV, demikian juga membuat kebijakan fuel economy untuk kendaraan bermotor yang progresif.
Mengenai keunggulan BBM RON tinggi seperti seri Pertamax, Mamit mengatakan bahwa jika BBM yang dipakai berkualitas, maka performa dan keawetan mesin juga terjaga. Karena itu pula, maka tidak menjadi persoalan ketika kendaraan keluaran lama mempergunakan Pertamax. "Bahan bakar berkualitas membuat sistem pembakaran mesin lebih sempurna sehingga lebih irit BBM, mesin awet dan mempermudah perawatan kendaraan," tegasnya.
Di sisi lain, kata dia, selain berdampak negatif bagi mesin kendaraan bermotor, BBM RON rendah juga berakibat buruk terhadap lingkungan hidup dan kesehatan. Karena pembakaran tidak sempurna, maka BBM RON rendah akan menghasilkan emisi sangat tinggi. Selain itu, juga akan menghasilkan karbon monoksida dan nitrogen dioksida yang juga tinggi. "Penggunaan BBM berkualitas akan mendorong penurunan emisi dan memperbaiki kualitas udara," ujarnya.
Berdasarkan data, pada 2018 terdapat mobil penjumpang sebanyak 16.440.987 unit, sementara sepeda motor mencapai 120.101.047 unit. Adapun mobil barang sebanyak 7.778.544 unit, sehingga todal kendaraan mencapai 146.858.759 unit.
"Karena itu, tidak tepat jika kendaraan produksi terbaru, menggunakan BBM dengan oktan rendah, karena akan cenderung lebih banyak emisi gas rumah kaca, kemudian urang dalam segi fuel economy, serta cenderung menghasilkan deposit yang lebih tinggi sehingga mesin tidak optimal," tandasnya.
Mengenai keunggulan BBM RON tinggi seperti seri Pertamax, Mamit mengatakan bahwa jika BBM yang dipakai berkualitas, maka performa dan keawetan mesin juga terjaga. Karena itu pula, maka tidak menjadi persoalan ketika kendaraan keluaran lama mempergunakan Pertamax. "Bahan bakar berkualitas membuat sistem pembakaran mesin lebih sempurna sehingga lebih irit BBM, mesin awet dan mempermudah perawatan kendaraan," tegasnya.
Di sisi lain, kata dia, selain berdampak negatif bagi mesin kendaraan bermotor, BBM RON rendah juga berakibat buruk terhadap lingkungan hidup dan kesehatan. Karena pembakaran tidak sempurna, maka BBM RON rendah akan menghasilkan emisi sangat tinggi. Selain itu, juga akan menghasilkan karbon monoksida dan nitrogen dioksida yang juga tinggi. "Penggunaan BBM berkualitas akan mendorong penurunan emisi dan memperbaiki kualitas udara," ujarnya.
Berdasarkan data, pada 2018 terdapat mobil penjumpang sebanyak 16.440.987 unit, sementara sepeda motor mencapai 120.101.047 unit. Adapun mobil barang sebanyak 7.778.544 unit, sehingga todal kendaraan mencapai 146.858.759 unit.
"Karena itu, tidak tepat jika kendaraan produksi terbaru, menggunakan BBM dengan oktan rendah, karena akan cenderung lebih banyak emisi gas rumah kaca, kemudian urang dalam segi fuel economy, serta cenderung menghasilkan deposit yang lebih tinggi sehingga mesin tidak optimal," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :