Produksi di Dalam Negeri, Pertamina Patra Niaga Siap Pasarkan SAF
Selasa, 12 Agustus 2025 - 13:55 WIB
loading...
Lifting Perdana SAF di Kilang Pertamina Cilacap, Selasa (12/8). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga menegaskan kesiapan memasarkan dan menyalurkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) hasil produksi dalam negeri sebagai bahan bakar rendah emisi untuk sektor penerbangan nasional. Langkah ini diharapkan dapat mendukung transisi energi Indonesia sekaligus memperkuat posisi negara sebagai pelopor di Asia Tenggara.
Pernyataan tersebut disampaikan pada momentum Lifting Perdana SAF di Kilang Pertamina Cilacap, Selasa (12/8). Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menyebut keberhasilan ini sebagai bukti kemampuan anak bangsa dalam menghasilkan inovasi energi bersih.
"Ini adalah karya luar biasa anak bangsa yang membuktikan bahwa kita mampu membuat terobosan besar. Kita mampu menjadi pelopor di Asia Tenggara," ujar Iriawan dalam keterangan pers, Selasa (12/8).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Akan Perluas Distribusi Pertamax Green 95
Ia menambahkan, melalui inovasi Pertamina, minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah dapat diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Inisiatif ini selaras dengan target dekarbonisasi global dan komitmen Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060.
Pernyataan tersebut disampaikan pada momentum Lifting Perdana SAF di Kilang Pertamina Cilacap, Selasa (12/8). Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menyebut keberhasilan ini sebagai bukti kemampuan anak bangsa dalam menghasilkan inovasi energi bersih.
"Ini adalah karya luar biasa anak bangsa yang membuktikan bahwa kita mampu membuat terobosan besar. Kita mampu menjadi pelopor di Asia Tenggara," ujar Iriawan dalam keterangan pers, Selasa (12/8).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Akan Perluas Distribusi Pertamax Green 95
Ia menambahkan, melalui inovasi Pertamina, minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah dapat diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Inisiatif ini selaras dengan target dekarbonisasi global dan komitmen Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060.
Lihat Juga :