alexametrics

Bio Farma siap ekspor vaksin ke negara OKI

loading...
Bio Farma siap ekspor vaksin ke negara OKI
ilustrasi/ist
A+ A-
Sindonews.com - PT Bio Farma (persero) mengaku siap menambah produksi vaksin menjadi 2 miliar dosis untuk meningkatkan volume ekspor ke negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Kepastikan peningkatan ekspor seiring adanya keperceyaan negara anggota OKI menjadikan PT Bio Farma sebagai acuan produsen vaksin konferensi negera Islam dunia. Selain untuk tujuan sharing teknologi, kepercayaan anggota OKI terhadap Indonesia juga dipastikan meningkatkan volume ekspor vaksin BUMN tersebut.

Sekretaris PT Bio Farma, M Rahman Rustan mengatakan, kepercayaan anggota OKI kepada Bio Farma merupakan semangat untuk kemandirian riset dan produksi vaksin anggota OKI yang saat ini berjumlah 57 negara. Merealisasikannya, yaitu sharing teknologi cara memproduksi vaksin utama seperti polio.



"Kita menawarkan bantuan dalam memproduksi vaksin dari proses awal hingga packaging. Untuk tahap awal, mereka mendapatkan vaksin setengah jadi dari Indonesia," jelas Rahman.

Menurutnya, di tingkat hulu, produksi vaksin cenderung rumit. Sehingga, hanya negara yang telah memiliki teknologi memadai yang mampu memproduksi vaksin di tingkat hulu.

Dia mengakui, ada beberapa negara anggota OKI yang berpotensi mengimpor vaksin setengah jadi dari perusahannya. Seperti Malaysia, Iran, dan Pakistan. Negara tersebut telah memiliki teknologi memproduksi vaksin di tingkat hilir.

Selama ini, Bio Farma juga mengeskpor vaksin ke sejumlah negara lain seperti India, Thailand, Meksiko, dan lainnya.

"Kapasitas produksi Bio Farma terus diperbesar. Sampai 2016, kami mampu memproduksi 2 miliar dosis vaksin. Artinya, apabila ada peningkatan permintaan, tidak ada masalah dengan produksi," jelas dia.

Saat ini, kata Rahman, Bio Farma mampu memproduksi vaksin sampai 1,7 miliar dosis per tahun.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak