Kebijakan Jokowi Bikin Pasar Minyak Nabati Dunia Kalang Kabut

Senin, 25 April 2022 - 12:58 WIB
loading...
Kebijakan Jokowi Bikin...
Larangan ekspor minyak sawit dan minyak goreng yang baru diberlakukan Presiden Joko Widodo mempengaruhi pasar minyak nabati global. Foto/Ilustrasi
A A A
MUMBAI - Konsumen minyak nabati global tak punya pilihan selain membayar mahal setelah Indonesia secara mengejutkan melarang ekspor minyak sawit. Kebijakan yang diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pekan lalu itu memaksa pembeli yang sudah kekurangan pasokan akibat cuaca buruk dan perang Rusia-Ukraina kalang kabut untuk mencari alternatif.

Pelarangan ekspor minyak sawit oleh Indonesai sebagai produsen terbesar dunia diyakini akan mendongkrak harga semua minyak nabati utama, termasuk minyak sawit, minyak kedelai, minyak bunga matahari dan minyak lobak. Hal ini akan memberikan tekanan ekstra pada konsumen yang sensitif terhadap harga di Asia dan Afrika yang belakangan ini sudah terdampak harga bahan bakar dan makanan yang lebih tinggi.

Baca Juga: Resmi! Jokowi Larang Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng per 28 April

"Keputusan Indonesia tidak hanya memengaruhi ketersediaan minyak sawit, tetapi juga minyak nabati di seluruh dunia," ungkap Ketua Konsultan Komoditas LMC International James Fry seperti dilansir Reuters, Senin (25/4/2022).

Minyak kelapa sawit - digunakan dalam segala hal mulai dari kue dan lemak untuk menggoreng hingga kosmetik dan produk pembersih - menyumbang hampir 60% dari pengiriman minyak nabati global, dan Indonesia sebagai produsen utama menyumbang sekitar sepertiga dari semua ekspor minyak nabati.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Heran Minyak...
Prabowo Heran Minyak Goreng Sempat Langka, Padahal Indonesia Penghasil Sawit Terbesar
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Harga Eceran Tertinggi...
Harga Eceran Tertinggi MinyaKita Berpotensi Naik, Begini Kata Mendag Budi
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Kenaikan Harga Minyak...
Kenaikan Harga Minyak Goreng Terjadi di 207 Kabupaten, Kota! Begini Respons Bapanas
Program Mandatori B50...
Program Mandatori B50 Wujudkan Swasembada Energi
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Rekomendasi
Penampakan Alphard yang...
Penampakan Alphard yang Disita KPK Terkait Kasus Bupati Lombok Barat
KPK Periksa Sekjen Kementerian...
KPK Periksa Sekjen Kementerian ATR/BPN dan Pejabat Kemenhut terkait Kasus Bupati Kuansing
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved